Rabu, 15 Januari 2014

PENYIMPANGAN AJARAN TAUHID DI DALAM AGAMA YAHUDI (13)

32 RAHASIA ( FAKTA ) ISRAEL YANG TIDAK
DIPUBLIKASIKAN

1. Tahukah anda bahwa selain ras yahudi, dilarang membeli atau menyewa tanah di
Israel ?

2. Tahukah anda bahwa setiap ras yahudi yang ada di setiap Negara di seluruh dunia
menjadi warga Negara Israel secara otomatis? Sementara warga Palestina yang
terlahir di tanah negerinya sendiri sejak puluhan abad yang lalu terus diusir ke
luar Palestina?

3. Tahukah anda bahwa penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel harus
menggunakan kendaraan dengan cat dan warna khusus untuk membedakan antara
ras yahudi dan non yahudi?

4. Tahukah anda bahwa Yerusalem bagian timur, Tepi Barat, Gaza dan dataran
tinggi Golan dianggap oleh masyarakat internasional khususnya barat dan
Amerika sebagai kawasan yang dijajah Israel dan bukan merupakan bagian dari
Israel?

5. Tahukah anda bahwa Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk ras
yahudi dan membagikan 15% sisanya untuk seluruh penduduk Palestina yang
menetap di kawasan Israel ? Secara realitas, Israel mengalokasikan 85% air bersih
hanya untuk 400 penduduk yahudi di Hebron, sementara 15% sisanya alokasikan
kepada 120 ribu penduduk Palestina di daerah itu?

6. Tahukah anda bahwa Amerika mengalolasikan 5 milyad US $ dari penghasilan
pajaknya setiap tahunnya untuk menyumbang Israel ?

7. Tahukah anda bahwa Amerika terus memberikan bantuan militer kepada Israel
sebesar 1,8 milyard US $ setiap tahunnnya? Dan tahukah anda bahwa jumlah
sebesar itu sama dengan sumbangan Amerika kepada seluruh Negara di benua
benua Afrika?

8. Tahukah anda bahwa Israel juga menunggu bantuan perang tambahan sebesar 4
milyard US $ dari Amerika yang terdiri dari pesawat tempur F 16, Apache dan
Blackhawk? Dan karena Amerika merupakan Negara koalisi utama bagi Israel ,
maka ia wajib memberikan semua fasilitas yang diminta Israel untuk menjamin
eksistensinya.

9. Tahukah anda bahwa pemerintah Amerika telah menekan Konggres tentang
pelanggaran Israel dalam penggunaan senjata yang mereka
sumbangkan?Khususny a pada tahun 1978, 1979 dan tahun 1982 pada perang di
Lebanon dan penggunaan senjata nuklir pada tahun 1981.

10. Tahukah anda bahwa Israel adalah satu-satunya Negara di Timur Tengah yang
menolak menandatangani larangan pengembangan senjata nuklir? Dan menolak
Tim Investigasi PBB untuk memeriksa tempat persembunyian nuklirnya?

11. Tahukah anda bahwa sebelum berdirinya Israel pada tahun 1948, sudah memiliki
pabrik pengembangan senjata nuklir?

12. Tahukah anda bahwa Perwira Tinggi Israel di Departemen Perang mengakui
secara terang-terangan bahwa militer Israel membunuh semua tahanan perang
Palestina tanpa proses pengadilan?

13. Tahukah anda bahwa Israel meledakan tempat kediaman Diplomat Amerika dan
menyerang kapal perang Amerika Liberty di perairan internasional pada tahun
1967? Walaupun serangan itu menewaskan 33 tentara Amerika dan melukai 177
lainnya, tetapi Amerika sama sekali tidak melakukan tindakan apapun terhadap
Israel? Hanya dengan alasan bahwa tentara Israel salah sasaran? Bayangkan kalau
serangan itu dilakukan oleh Negara Islam?

14. Tahukah anda bahwa Israel merupakan Negara yang paling banyak mengabaikan
resolusi DK PBB? Jumlah resolusi yang diabaikan oleh Israel mencapai 69 buah.
Bayangkan seandainya satu Negara Islam mengabaikan 1 resolusi PBB, apa yang
akan dilakukan oleh Amerika?

15. Tahukah anda bahwa pemerintah Israel menggunakan system politik konservasi
terhadap identitas ras yahudi agar tetap menjadi warga Negara itu?

16. Tahukah anda bahwa Mahkamah Agung Israel telah menetapkan Perdana Menteri
Ariel Sharon sebagai tersangka dalam kasus pembantaian Shabra dan Syatilla
pada 16 September 1982 di Lebanon yang menewaskan lebih dari 1000 orang
Palestina terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua?

17. Tahukah anda bahwa pada tanggal 20 Mei 1990, seorang tentara Israel menyuruh
para buruh Palestina yang sedang menunggu bus di sebuah halte untuk duduk
berbaris di atas tanah, setelah itu ia menembaki mereka dari jarah setengah meter?
Tahu pulakah anda bahwa pemerintah Israel menyatakan tentara itu tidak bersalah
dan bahkan mendapat penghargaan khusus dari pemerintah Israel ?

18. Tahukah anda bahwa sampai tahun 1988, semua pabrik dan kantor di Israel hanya
boleh menempelkan keterangan lowongan kerja dengan perkataan: .lowongan
kerja hanya untuk ras yahudi., .dicari seorang karyawan dengan syarat ras
yahudi.?

19. Tahukah anda bahwa Departmen Luar Negeri Israel membayar 6 peruhaan media
Amerika untuk memunculkan image positif Israel kepada masyarakat Amerika
dan Eropa?

20. Tahukah anda bahwa Sharon mengajak Partai radikal Molodeit untuk menjadi
koalisi utama dalam kabinetnya? Padahal partai itu beridiologi radikal dengan
persepsi pokok membesihkan Israel dari non ras yahudi dan pengusiran secara
paksa seluruh warga Palestina dari Israel ?

21. Tahukah anda bahwa Perdana Menteri Israel pertama David ben Gorion sepakat
dengan langkah pengusiran secara paksa seluruh ras arab dari Israel ?

22. Tahukah anda bahwa Rahib besar di Israel Ofadya Yosef yang juga pendiri Partai
Syas (partai terbesar ketiga di Israel ) mendukung aksi militer Israel untuk
menghabisi warga Palestina? bahkan ia mengeluarkan fatwa radikal pada hari
raya paskah yang lalu dalam wawancaranya di sebuah jaringan radio terbesar di
Israel : .Tuhan akan membalas semua kejahatan warga arab, Tuhan akan
menghancurkan keturunannya, menghabisinya dan menghancurkan tanahnya dan
Tuhan akan membalas mereka dengan siksaan yang pedih. Karenanya dilarang
semua ras yahudi untuk memberikan rasa kasih saying kepada warga arab, dan
wajib bagi setiap yahudi untuk menembakan rudal dan senjatanya ke arah dada
dan kepala setiap warga arab untuk menghabisinya, karena mereka itu makhluq
yang jahat dan terkutuk.

23. Tahukah anda bahwa pengungsi Palestina terbesar di dunia?

24. Tahukah anda bahwa penduduk Kristen Palestina bersatu dengan penduduk
Palestina muslim untuk melawan penjajah yahudi?
25. Tahukah anda, walaupun Mahkamah Agung Israel sudah mengeluarkan
keputusan pelarangan penyiksaan dalam proses pemeriksaan, tetapi Shinbet
(Badan Intelejen Israel ) tetap terus menyiksa setiap pejuang Palestina dalam
proses pemeriksaannya?

26. Tahukah anda bahwa walaupun Israel terus mengganggu proses belajar mengajar
dan merusak seluruh sarana dan prasara pendidikan penduduk Palestina, tetapi
penduduk Palestina tetap menjadi Negara terbesar di dunia yang penduduknya
bergelar doctor (S3)? Hal ini apabila dilihat dari jumlah prosentase penduduknya.

27. Tahukah anda bahwa setiap manusia mempunyai hak yang sama yang dijamin
oleh undang-undang HAM internasional yang diterbitkan pada tanggal 10
Desember 1948? Tetapi tahukah anda bahwa undang-undang itu sama sekali tidak
berlaku bagi penduduk Palestina? karena dihalangi dengan ditandatanganinya
kesepatakan OSLO ?

28. Tahukah anda bahwa mayoritas buku sejarah di dunia mengatakan Negara-negara
arab yang menyerang Israel terlebih dahulu pada perang tahun 1967? Padahal
faktanya, justru Israel yang menyerang Negara-negara arab terlebih dahulu
kemudian mereka merebut kota Al Quds dan Tepi Barat? Tetapi mereka
mengatakan bahwa serangannya itu adalah serangan untuk menjaga diri dan
antisipasi?

29. Tahukah anda bahwa Israel sebagai Negara penjajah sama sekali tidak terikat
dengan konsvensi Jenewa untuk menjaga hak-hak dan keselamatan warga sipil
Palestina?

30. Tahukah anda bahwa perintah Perdana Menteri Israel Ariel Sharon sudah tidak
dituruti lagi oleh militer Israel ? Salah satu contohnya adalah ketika ia melarang
militer Israel untuk melakukan genjatan senjata dan dilarang menembak, tetapi
militer Israel terus menyerang, menembaki rakyat sipil Palestina dan
menghancurkan tempat tinggal mereka. Insiden paling memilukan andalah
pembantaian tiga wanita Palestina, padahal mereka sedang berada dalam tenda
pengungsiannya?

31. Tahukah anda bahwa Israel terus melakukan berbagai usaha untuk
menghancurkan Masjid Al Aqsha dan Qubah Shakhrah sejak 50 tahun yang lalu
dengan menggali bawah tanah masjid tersebut agar runtuh dengan sendirinya?
32. Tahukah anda bahwa Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela mengatakan
bahwa Israel adalah Negara rasisme dan apartheid seperti kondisi Afrika Selatan
sebelum ia pimpin?

PENYIMPANGAN AJARAN TAUHID DI DALAM AGAMA YAHUDI (12)

ZIONISME

Zionisme awalnya merupakan gerakan politik Yahudi sekuler yang menginginkan
berdirinya negara Yahudi di atas bukit Zion di Palestina dan sekitarnya. Gerakan ini
dilatarbelakangi klaim sepihak Yahudi atas Palestina seperti yang tercantum ada kitab iblis
Talmud dan kemudian diperkuat oleh ribuan catatan kaki yang memenuhi Injil Scofield dan Injil
versi King James yang awalnya banyak dipakai orang Barat. Injil Scofield inilah yang
melahirkan kelompok Judeo-Christian, sebuah kelompok Kristen yang mendukung Zionisme.

Zion merupakan nama sebuah bukit yang terletk di barat day Al-Quds (Yerusalem).
Kaum Yahudi percaya, pada lokasi tersebut, King Solomon (Nabi Sulaiman a.s.) pernah
membangun istananya (haikalnya) dan menyimpan banyak harta karun di bawah tanah tersebut.
Harta tersebut bukan hanya banyak sekali, namun memiliki daya magis yang sangat besar
sehingga mereka percaya akan bisa menjadi pemimpin dunia jika memilikinya.

Tepat di hari jatuhnya Yerusalem, Godfroy de Bouillon mendirikan Ordo Sion yang
kemudian melahirkan Ordo militer Ksatria Templar. Semua ini balik ke Eropa setelah berhasil
dikalahkan Shalahudin Al-Ayyubi (1187). Di Eropa, mereka ditumpas King Philip Le Bell dan
Paus Clement pada 13 Oktober 1307.

Dua peneliti Inggris, Knight dan Lomas, di dalam bukunya .The Hiram Key. menulis
bahwa mereka telah menemukan sisa-sisa penggalian yang dilakukan Templar di salah satu
bagian tanah yang masih masuk dalam markasnya. Apa yang dilakukan para Templar ini terus
berjalan selama berabad-abad hingga sekarang, di mana kaum Zionis-Yahudi terus melakukan
penggalian di lokasi tersebut.

Seiring dengan perjalanan waktu, istilah =Zion‘ tidak lagi menjadi nama tempat, namun
juga sebuah nama gerakan bagi orang-orang Yahudi Sekuler untuk mendirikan satu negara di
Tanah Palestina dengan Yerusalem sebagai ibukotanya. Nathan Bernbaum merupakan tokoh
Zionis-Yahudi pertama yang =menyeret‘ istilah yang pada awalnya netral ini menjadi begitu
politis. Pada 1 Mei 1776 Nathan mencetuskan Zionisme sebagai gerakan politik bangsa Yahudi
untuk mendiami kembali tanah Palestina. Gagasan Bernbaum didukung sejumlah tokoh Yahudi.
Salah seorang tokohnya bernama Yahuda Kalaj yang melemparkan gagasan mendirikan =negara
Israel‘ di tanah Palestina. Dalam bukunya berjudul .Derishat Zion. (1826), Izvi Hirsch Kalischer
dengan getol mendukung Yahuda Kalaj dan memaparkan kemungkinan-kemungkinannya.

Ide berawal dari Nathan Bernbaum ini kemudian terus dimasak oleh tokoh-tokoh Yahudi
sehingga menjadi rencana aksi yang matang. Seorang Yahudi Jerman bernama Moses Hess,
menyatakan jika untuk menguasai Palestina, maka kaum Yahudi harus menggandeng orang-
orang Barat dan mempengaruhi mereka untuk mau kembali ke Palestina setelah kekalahan yang
memalukan dari umat Islam yang dipimpin Salahuddin Al-Ayyubi beberapa abad silam. Gagasan
tokoh Yahudi ini akhirnya mendapat dukungan dari sejumlah tokoh kolonialis Barat merasa
memiliki irisan kepentingan yang sama, yakni untuk menguasai wilayah Arab yang kaya.

Sejak itu maka mulailah orang-orang Yahudi mengalir ke Palestina dan daerah
sekitarnya. Apalagi keberadaan orang Yahudi di Eropa sesungguhnya tidak disukai oleh orang-

orang Kristen. Pada 1891 sejumlah pengusaha Palestina dengan nada prihatin mengirim telegram
ke Istambul, ibukota kekhalifahan Turki Utsmaniyah di mana kala itu Tanah palestina
merupakan bagian dari kekuasaannya. Dengan penuh nada cemas, para pengusaha Palestina
menyatakan imigrasi orang-orang Yahudi ke wilayahnya akan benar-benar jadi ancaman jika
tidak dihentikan dengan segera.

Lima tahun kemudian, terbit buku .Der Judenstaat. (1896) yang ditulis seorang
wartawan Yahudi-Austria bernama Theodore Hertzl. Buku itu secara detil mengajukan konsep
tentang upaya pendirian =negara Israel‘ di Palestina. Hertzl akhirnya dinobatkan sebagai =Bapak
Zionisme Modern‘. Strategi perjuangan Yahudi, oleh Hertzl, secara singkat bisa diungkapkan
dalam sebuah kalimat yang singkat namun penuh arti: “Bila kita tenggelam, kita akan menjadi
suatu kelas proletariat revolusioner, pemanggul ide dari suatu partai revolusioner; bila kita
bangkit, dipastikan akan bangkit juga kekuasaan keuangan kita yang dahsyat.” Sebuah kalimat
yang memiliki arti sangat dalam dan sungguh-sungguh dijalankan oleh gerakan Zionisme, karena
gerakan inilah yang kemudian melahirkan ide komunisme yang menyatakan sebagai pejuang
garda terdepan dalam membebaskan proletariat, dan juga kapitalisme yang merupakan negasi
dari ide komunisme. Dan kaum Zionis mengambil keuntungan dari pergolakan kedua kutub
tersebut.

Dalam bukunya Hertzl tanpa sungkan menegaskan bahwa untuk mewujudkan satu negara
Yahudi di atas tanah Palestina, maka mustahil dengan cara-cara demokratis. Bahkan Hertzl
memberikan resep jitu agar Tanah Palestina bisa dikuasai Yahudi yakni dengan jalan memenuhi
tanah Palestina dengan orang Yahudi sehingga Yahudi menjadi mayoritas. Untuk memperkecil
populasi orang Palestina maka segala cara harus dilakukan seperti teror, perang, pembersihan
etnis, penyebaran penyakit, pembukaan lahan kerja di negara tetangga, dan sebagainya. Agar
segala yang dilakukan gerakan Zionisme bisa diterima oleh dunia internasional, maka tokoh-
tokoh Yahudi seluruh dunia harus bisa memaksakan dunia internasional untuk mensahkan satu
undang-undang yang melegitimasi eksistensi Yahudi di Palestina.

Dalam bukunya Hertzl menulis, “Kami akan mengeluarkan kaum tidak berduit
(maksudnya bangsa Palestina) dari perbatasan dengan cara membuka lahan-lahan pekerjaan di
negara-negara tetangga, dan bersamaan dengan itu mencegah mereka memperoleh pekerjaan di
negeri kami. Kedua proses itu harus dilakukan secara rahasia..

Gerakan ini mengadakan kampanye ke seluruh dunia. Kaum Yahudi mencetak buku-
buku yang kelihatannya ilmiah yang menyatakan jika sebenarnya Tanah Palestina adalah tanah
yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Yahudi. Buku-buku ini disebar ke seluruh negeri. Bahkan
kitab suci orang Kristen pun diberi catatan kaki yang banyak yang seluruhnya menjadikan ayat-
ayat Injil sebagai dukungan bagi berdirinya negara Israel di Palestina. Scofield adalah orang
yang ditugaskan untuk memberi ribuan catatan kaki pro-Zionistik di dalam Injil versi James yang
menjadi Injilnya orang-orang Barat. Berbagai kelompok kajian alkitab disusupi dan menjadikan
orang-orang Eropa yang tadinya memusuhi Yahudi menjadi kini banyak yang menjadi
pendukung negara Israel.

Di dalam masa-masa itulah Hertzl menemui Sultan Abdul Hamid II sebagai Khalifah dari
kekhalifahan Turki Utsmaniyah (1876-1909). Dengan segala bujuk rayu, Hertzl berusaha agar

Sultan mengizinkan oarng-orang Yahudi mendirikan negara Israel di Palestina. Jika Sultan
bersedia, maka para pemilik modal Yahudi di seluruh Eropa akan memulihkan kas keuangan
Turki Utsmani yang sedang kosong. Namun Sultan menolak mentah-mentah hal ini sehingga
Zionis-Yahudi menghancurkan Turki Utsmaniyah lewat seorang agen Yahudi dari Tsalonika
bernama Mustafa Kamal Pasha.

Hertzl menggelar Kongres Zionis Internasional I di Swiss sebagai upaya penyatuan sikap
tokoh Zionis Dunia. Salah satu hasil kongres berbunyi: “Zionisme bertujuan untuk membangun
sebuah Tanah Air bagi kaum Yahudi di Palestina yang dilindungi oleh undang-undang.”
Theodore Hertzl terpilih sebagai pimpinan gerakan ini dan menulis dalam buku hariannya,
“Kalau saya harus menyimpulkan apa hasil dari kongres Bassel itu dalam satu kalimat pendek,
yang sungguh tidak berani saya ungkapkan kepada masyarakat, saya akan berkata: „Di Bassel
saya menciptakan negara Yahudi!.” Protocolat of Zion yang berisi 24 strategi Zionis-Yahudi
menguasai dunia juga disahkan menjadi agenda bersama.

Selain menghancurkan kekhalifahan Turki Utsmani, Yahudi Internasional juga bekerja
siang-malam mempersiapkan segala hal untuk bisa mewujudkan cita-citanya. Pada 2 November
1917, Menlu Inggris, Lord Arthur James Balfour, mengirim sebuah surat yang ditujukan kepada
Pemimpin Komunitas Yahudi Inggris, Rothschild, untuk diteruskan kepada Federasi Zionis,
yang berisi pemberitahuan tentang persetujuan pemerintahan Inggris yang telah menggelar rapat
Kabinet tanggal 31 Oktober 1917, atas permintaan bangsa Yahudi untuk bisa mendapatkan tanah
Palestina. Saat itu, sebagian terbesar wilayah Palestina masih berada di bawah Khilafah Turki
Utsmani, hanya saja kekhalifahan ini sudah diambang kehancuran. Batas-batas yang akan
menjadi wilayah Palestina telah dibuat sebagai bagian dari Persetujuan Sykes-Picot, 16 Mei
1916, antara Inggris dan Prancis.

Kata-kata Deklarasi ini kemudian digabungkan ke dalam perjanjian damai Sèvres dengan
Turki Utsmani dan Mandat untuk Palestina. Penyebutan Palestina sebagai satu-satunya
nominator tempat berdirinya negara Yahudi sebenarnya memiliki catatan yang panjang. Awalnya
ada sejumlah tempat yang dianggap bisa menjadi tempat berdirinya negara Yahudi di Afrika dan
Amerika Selatan, seperti Mozambique, Kongo, Afrika, Uganda, bahkan Argentina dicalonkan
pada 1897, Cyprus pada 1901, Sinai pada 1902, dan atas usulan pemerintahan Inggris, Uganda
diusulkan kembali pada 1903.

Penyebutan tempat-tempat tersebut mendapat tentangan keras dari para Rabbi Yahudi
Konservatif. Apa yang digalang oleh Hertzl dan kelompok Zionisnya dianggap sebagai gerakan
sekularis yang menunggangi agama Yahudi. Bahkan dalam Kongres Para Rabbi di Philadelphia-
AS, pada akhir abad ke-19, salah satu putusannya adalah menentang adanya satu negara Yahudi
yang dipaksakan. Menurut kelompok Rabbi Konservatif ini, Zionisme merupakan gerakan
sekuler yang berlandaskan Talmud, sebuah kitab iblis, dan bukan Taurat Musa. Bagi para Rabbi,
negara Yahudi akan didirikan pada akhir zaman, yakni ketika Sang Messias Yahudi muncul dan
memimpin orang-orang Yahudi untuk mendirikan negaranya di Palestina. Bagi kalangan Zionis,
berdirinya negara Yahudi tidak harus menunggu kedatangan Messias di akhir zaman, hal ini
malah harus dilakukan secepatnya guna menyambut datangnya Messias. Inilah titik tolak
perbedaan pandangan antara Yahudi Zionis dengan Yahudi Anti Zionis yang sekarang ini salah
satu kelompoknya adalah Neturei Karta dan juga International Jews Anti Zionist (IJAN).

Dr. Chaim Weizmann, jurubicara organisasi Zionisme di Inggris dan pendukung utama
Zionisme merupakan seorang pakar kimia yang berhasil mensintesiskan aseton melalui
fermentasi. Aseton diperlukan dalam menghasilkan cordite, bahan eksplosif yang sangat berguna
dalam semua persenjataan Inggris. Jerman diketahui telah memonopoli ramuan aseton kunci,
kalsium asetat. Tanpa kalsium asetat, Inggris tak bisa menciptakan aseton dan tanpa aseton
takkan ada cordite. Jadi, tanpa cordite, Inggris saat itu mungkin akan kalah dalam Perang Dunia
I. Sebab itu, Inggris sangat berhutang budi pada Yahudi, khususnya kepada Weismann. Inilah
mengapa Inggris begitu mendukung kaum Yahudi untuk mendirikan negara di Palestina.

Pada 14 Mei 1948 Israel sebagai sebuah negara dideklarasikan dan David Ben Gurion
diangkat sebagai PM pertama. PBB mensahkan negara Israel. Langkah PBB ini membuktikan
kepada dunia jika lembaga internasional tersebut mendukung penjajahan bangsa Palestina yang
dilakukan oleh Zionis Israel. Berdirinya Israel didahului upaya teror, pembunuhan, dan
pengusiran terhadap bangsa Palestina, pemilik sah atas Tanah Suci tersebut.

PENYIMPANGAN AJARAN TAUHID DI DALAM AGAMA YAHUDI (11)


SEBAB-SEBAB YAHUDI MENGINGINKAN BAITUL
MAQDIS

Pada masa Nabi Daud dan Sulaiman, para Yahudi semuanya taat kepada Allah. Nabi
Sulaiman mempunyai satu mukjizat iaitu sangat kaya, menguasai angin, jin, mesgastua. Pada
zaman tersebut jin tunduk kepada Nabi Sulaiman dan mereka banyak membawakan emas kepada
Nabi Sulaiman sehinggakan di bawah laut pun Ifrit tolong ambilkan.

Masa Nabi Sulaiman mengarahkan pembinaan Masjid Al-Aqsa, semua jin patuh dengan
perintah tersebut dan mereka membuat dengan bersungguh-sungguh bersama dengan para
Yahudi dan manusia lain sampaikan mereka tidak sedar kewafatan Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman wafat ketika berdiri atau duduk atas kerusi semasa memerhatikan jin dan
manusia membina Masjid Aqsa. Sampai masa siap sepenuhnya, barulah kewafatan baginda
dipertunjukkan dengan anai-anai makan tongkat baginda dan jasad baginda terjatuh. Ini nak
menunjukkan bahawa jin juga tidak mengetahui perkara ghaib.

Selepas kewafatan baginda, Yahudi telah berpecah belah dan kembali ke tabiat lama
mereka, menyembah berhala dan melakukan penindasan. Ada juga yang masih taat menyembah
Allah, namun banyak dari mereka kembali menyembah berhala Baal, berhala Dagon (seperti
lambang Starbuck), berhala Jehovah, berhala Osiris dan ada juga yang menyembah syaitan
(Baphomet dan Lucifer).

Para penyembah syaitan ini telah membina satu lagi bangunan berdekatan Kompleks
Masjidil Aqsa yang mana mereka namakan Solomon Temple untuk melakukan ritual
penyembahan syaitan dan akan menjadi istana kepada al-Masih Dajjal. Ini diketuai oleh King
Hiram the Thyre. Mereka mengangkut kebanyakan emas yang dipercayai banyak di Masjid
Aqsa ke Solomon Temple tersebut.

Selepas banyak melakukan penindasan, mereka diserang oleh kaum Assyria yang
memusnahkan kota mereka dan mereka bangun semula. Selepas itu pula diserang habis-habisan
oleh kerajaan Rom yang memusnahkan kota Yahudi sehingga menjadi padang jarak padang
terkukur, tinggal satu dinding sahaja yang sekarang menjadi Tembok Ratapan (Wailling Wall)
yang mana Barrack Obama dan George W. Bush serta bekas Presiden Amerika yang lain
melakukan ritual menangisi di tembok tersebut.

Selepas itu mereka berasimilasi dengan kerajaan Rom dan menjadi pembodek tegar
kerajaan Rom. Selepas itu Nabi Isa diutuskan kepada mereka dan mereka rasakan Nabi Isa
adalah ancaman terhadap kekuasaan mereka. Lalu mereka menghasut pemerintah Rom supaya
membunuh Nabi Isa. Tetapi Nabi Isa diangkat ke sisi Allah secara hidup-hidup dan dengan jasad
dan orang lain ditukarkan ke rupa Nabi Isa.

Yahudi sekarang terlalu inginkan Baitulmuqaddis disebabkan mereka percaya masih
banyak lagi emas yang belum sempat diangkut oleh mereka sejak dulu. Mereka percaya bahawa
dengan emas dan makanan mereka dapat menguasai dunia. Sila baca Protokol of Zion (dari buku
The International Jews, Henry Ford)

Protocol No. 22: The Power of Gold

In our hand is the greatest power of our day-Gold: In two days we can procure from our
storehouses any quantity we may please.

Dan lagi satu misi yang lebih penting kenapa mereka mahukan sangat Baitulmaqdis
adalah untuk membina semula Solomon Temple yang runtuh semasa serangan oleh Rom dahulu
agar dapat menjadi Kiblat penyembah syaitan dan juga sebagai istana kepada Raja yang akan
ditabalkan oleh mereka menjelang tahun 2020.

Protocol No. 24: King of the Jews

The king of the Jews must not be at the mercy of his passions, and especially of
sensuality: on no side of his character must he give brute instincts power over his mind.
Sensuality worse than all else disorganizes the capacities of the mind and clearness of views,
distracting the thoughts to the worst and most brutal side of human activity.

Kesimpulannya, Yahudi terlalu hendakkan baitulmuqaddis disebabkan EMAS, membina
semula Solomon Temple dan menunggu penabalan Raja Yahudi iaitu al-Masih Dajjal yang akan
bersemanyam di Solomon Temple tersebut.

PENYIMPANGAN AJARAN TAUHID DI DALAM AGAMA YAHUDI (10)

HOLOCAUST: MISTERI YAHUDI YANG PENUH
KEBOHONGAN



Anti-Semit, atau sikap anti-Yahudi tengah menimpa bangsa Yahudi. Secara serentak,
masyarakat dunia menyatakan penolakan terhadap bangsa yang satu ini.

Krisis ekonomi global turut pula mempengaruhi, bahkan Yahudi dituding sebagai
penyebab semua kekacauan yang ada sekarang ini.

Dari segala hujatan dan penolakan itu, Yahudi kembali menggunakan lagu lama untuk
membela dirinya; Holocaust. Apa itu Holocaust?

Holocaust adalah peristiwa pemusnahan hampir seluruh Yahudi Eropa oleh Nazi Jerman
dan kelompoknya selama Perang Dunia II. Orang Yahudi sering menyebut peristiwa ini sebagai
Shoah, istilah Ibrani yang berarti malapetaka atau bencana hebat. Holocaust sendiri berasal dari
bahasa Yunani, holo yang artinya seluruh, dan caustos yang berarti terbakar.

Secara asal, holocaust artinya adalah persembahan api atau pengorbanan religius dengan
pembakaran. Konon, Nazi Jerman dipercaya telah memusnahkan sekitar 5,6 sampai 5,9 juta
orang Yahudi, setidaknya angka inilah yang selalu didengung-dengungkan dan dikampanyekan
oleh Yahudi.

Holocaust tidak lepas dari kebencian Jerman kepada Yahudi. Perang Dunia I (PD I)
menyisakan Jerman sebagai pecundang, dan Jerman tanpa tedeng aling-aling menyebut Yahudi
sebagai pengkhianat yang membuat negara Bavarian itu hancur. Hal itu diperkuat dengan
kejadian pada akhir PD I, sekelompok Yahudi mengobarkan revolusi ala Bolshevik Soviet di
negara bagian Jerman, Bavaria.

Kontan, Yahudi dianggap sebagai bangsa yang berbahaya. Ketika Nazi naik panggung
politik, kebijakan yang menekan Yahudi pun diterapkan. Hak-hak Yahudi dicabut, harta benda
mereka disita, rencana untuk mengusir mereka keluar Jerman dirancang, sampai, konon,
pemusnahan fisik yang berarti pembantaian.

Musim semi 1941, Nazi mulai membantai Yahudi di Uni Soviet yang dianggap sebagai
sumber hidup Bolshevisme.

Orang Yahudi disuruh menggali lubang kubur mereka sendiri, kemudian ditembak mati.
Musim gugur tahun yang sama, Nazi meluaskan pembantaian ke Polandia dan Serbia.

Kamp pembantaian untuk Yahudi mulai dibangun di Auschwitz, Dachau, Bergen-Belsen.
Kamp itu dilengkapi kamar gas dan tungku besar. Mereka menggunakan kamar gas untuk
membunuh orang Yahudi. Beberapa orang Yahudi dimasukkan ke dalam kamar gas, kemudian
gas Zyklon-B, sebuah gas pestisida berbahan dasar asam hidrosianik, dialirkan.

Tapi apa memang seperti itu? Pada 1964, Paul Rassinier, korban holocaust yang selamat,
menerbitkan The Drama of European Jews yang mempertanyakan apa yang diyakini dari
Holocaust selama ini. Dalam bukunya, ia mengklaim bahwa sebenarnya tak ada kebijakan
pemusnahan massal oleh Nazi terhadap Yahudi, tak ada kamar gas, dan jumlah korban tidak
sebesar itu.

Arthur Butz menulis The Hoax of the 20th Century: The case against the presumed
extermination of European Jewry pada 1976. Ia mengklaim bahwa gas Zyklon-B tidak
digunakan untuk membunuh orang tapi untuk proses penghilangan bakteri pada pakaian.

Winston Churchill menulis 6 jilid karya monumentalnya, The Second World War, tanpa
menyebut tentang program Nazi untuk membantai orang Yahudi. Eisenhower menulir
memoarnya, Crusade in Europe, juga tak menyebut tentang kamar gas.

Mengenai kematian massal di Auschwitz, Robert Faurisson, profesor literatur di
University of Lyons 2 mengklaim tipus-lah yang membunuh para tawanan itu, sama sekali bukan
kamar gas. Seorang ahli konstruksi dan instalasi alat eksekusi dari AS, Fred Leuchter, pergi ke
Auschwitz dan mengadakan penyelidikan serta tes di tempat itu.

Kesimpulannya adalah kamar gas di Auschwitz tidak mungkin digunakan untuk
membunuh orang. Setelah orang-orang ini mempertanyakan kebenaran holocaust, gelombang
kritisasi dan penyangkalan terhadap apa yang terjadi di holocaust mulai bangkit. Mereka yang
meragukan kebenaran holocaust ini menyebut dirinya sebagai revisionis.

Memang betul, Nazi memperlakukan Yahudi demikian buruk, kejam, dan bengis. Nazi
pernah memberlakukan pencabutan hak-hak Yahudi, penawanan di ghetto, kerja paksa,
penyitaan harta benda dan deportasi dari Jerman.

Namun, sampai saat ini, tak pernah ditemukan satupun dokumen atau masterplan tentang
pemusnahan Yahudi di Eropa. Satu lagi, Jerman juga dengan secara tegas menyatakan bahwa
jumlah 5,9 atau 6 juta korban merupakan kebohongan.

Kamar gas memang ditemukan di Auschwitz. Namun, para revisionis mengklaim bahwa
kamar gas beserta Zyklon-B tidak mungkin digunakan untuk eksekusi manusia, melainkan untuk
pengasapan pakaian agar bakteri-bakteri di pakaian mati. Dari prosedur kesehatan inilah, mitos
pembunuhan dengan kamar gas muncul.

Museum Auschwitz, museum tentang holocaust, selama 50 tahun mengklaim bahwa 4
juta manusia dibunuh di sana. Sekarang mereka malah mengklaim mungkin hanya 1 juta korban.
Revisi klaim ini pun tidak didukung oleh dokumentasi 1 juta orang tersebut. Hal yang penting
lagi adalah jika memang ada pembunuhan massal di Polandia terhadap Yahudi tentu Palang
Merah, Paus, pemerintah sekutu, negara netral, pemimpin terkemuka waktu itu akan tahu dan
menyebutnya dan mengecamnya.

Yahudi tentu saja mengambil keuntungan dari kebohongan besar mereka ini. Mereka
yang merasa menjadi korban kemudian menuntut tanah Palestina, terus meminta ganti rugi
kepada Jerman, dan meminta dana pembangunan dari negara lain, dan senantiasa memelihara isu
Holocaust. Tak pelak lagi, Israel selalu bersembunyi di balik Holocaust atas semua aksi keji dan
biadabnya. (sa/berbagaisumber)

PENYIMPANGAN AJARAN TAUHID DI DALAM AGAMA YAHUDI (9)

KARAKTERISTIK BANI ISRAEL MENURUT AL-
QUR'AN

Melalui erkataan dan perilaku buruk mereka ini, "Orangayat-ayatnya, al-Quran
memaparkan semua bentuk perilaku buruk Bani Israel terhadap bangsa lain, terhadap nabi-nabi
mereka dan terhadap diri mereka sendiri. Mereka sampai berani mengucapkan kata-kata yang
tidak pantas untuk Allah. Al-Quran merekam p-orang Yahudi berkata, 'Tangan Allah
terbelenggu'. Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat sebab
apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua tangan Allah terbuka. Dia
menafkahkan sesuai kehendak-Nya.


1. Memiliki Perilaku Sosial yang Menyimpang

Melalui ayat-ayatnya, al-Quran memaparkan semua bentuk perilaku buruk Bani Israel
terhadap bangsa lain, terhadap nabi-nabi mereka dan terhadap diri mereka sendiri. Mereka
sampai berani mengucapkan kata-kata yang tidak pantas untuk Allah. Al-Quran merekam
perkataan dan perilaku buruk mereka ini, "Orang-orang Yahudi berkata, 'Tangan Allah
terbelenggu'. Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat sebab
apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua tangan Allah terbuka. Dia
menafkahkan sesuai kehendak-Nya. Dan al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu
sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara
mereka. Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat.
Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat
kerusakan di muka bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-
Ma'idah: 64)

Demikianlah, mereka mengatakan bahwa Allah bodoh dan hina. Mereka berkata,
"Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami adalah kaya." Mereka juga mengatakan bahwa tangan
Allah itu terbelenggu. Karena ucapan-ucapan itu, Allah menghukum mereka dengan
menimpakkan sifat-sifat buruk sesuai dengan ucapan mereka, Allah melaknat dan mengusir
mereka dari rahmat-Nya. "Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang
dilaknat sebab apa yang telah mereka katakan itu." (QS. Al-Ma'idah: 64) Kemudian Allah
meluruskan penggambaran buruk ini dan memberikan sifat Zat-Nya dengan sifat-sifat mulia. Ia
melimpahkan banyak karunia-Nya kepada hamba-Nya. l02) "(Tidak demikian), tetapi kedua
tangan Allah terbuka. Dia mendermakan sesuai kehendak-Nya." (QS. Al-Ma'idah: 64)

Kemudian Allah mengarahkan firman,Nya kepada Muhammad Shallallahu =Alaihi wa
Sallam : "Dan al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan
menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka." (QS. Al-Ma'idah: 64)
Ayat ini menceritakan tentang kebekuan jiwa orang-orang Yahudi yang semakin kafir, durhaka
dan sombong, ketika mereka mendengar ayat-ayat Allah turun. Karena mereka tahu bahwa ayat-
ayat tersebut adalah benar-benar firman Allah, dan bahwa ayat-ayat tersebut membongkar semua
rahasia penyimpangan dan kebencian mereka terhadap kaum muslim, yang selama jni mereka
senibunyikan di dalam jiwa mereka. 1O3) Demikianlah, ketika mereka mendengar ayat-ayat
baru, mereka semakin keras hati dan, benci kepada al-Quran dan Nabi Muhammad. Kemudian
Allah berfirman, "Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka
sampai hari Kiamat." (QS. Al-Ma'idah: 64) Inilah kebenaran ungkapan al-Quran tentang perilaku
sosial Yahudi yang sakit. Bahkan, di antara mereka sendiri, selalu terjadi perselisian,
permusuhan dan kebencian yang tidak akan berakhir sampai datangnya hari Kiamat. 1O4)
Memang, sekarang ini, orang-orang Yahudi, nampak tengah bersatu, saling tolong-menolong
membangun dan memperkokoh entitas mereka di tanah Palestina. Namun, fenomena tersebut
tidak menggambarkan hakikat yang sesungguhnya. Dalam hal ini, kita hendaknya tidak terpaku
pada satu fenomena. Kita juga perlu melihat kejadian-kejadian lampau yang telah dilalui orang-
orang Yahudi. Sejak seribu empat ratus tahun yang lalu, yakni pada saat kemunculan Islam, dan
bahkan sebelum kemunculan Islam, orang-orang Yahudi sudah terlibat dalam permusuhan,
kehinaan, keterlunta-luntaan dan pertikaian. Catatan sejarah ini semakin menegaskan makna
ayat-ayat di atas. Masa depan mereka, tentu, tidak akan jauh berbeda dengan masa lalu mereka.
Setidaknya, jika kita lihat perkembangan sosial-politik nasional Israel akhir-akhir ini. Meskipun
tidak nampak jelas, tersembunyi di balik perjalanan sejarah bersama mereka, kita lihat banyak
perselisihan terjadi antara Partai Likud melawan Partai Buruh, kelompok sekuler melawan
kelompok agama, Yahudi Barat Ashkenazim melawan Yahudi Sefardim Timur. Akan tetapi
pertentangan ini tidak nampak jelas, tersembunyi, di balik perjalanan sejarah bersama mereka.

"Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya." (QS. Al-
Ma'idah: 64) Ini adalah kebenaran al-Qur'an lainnya, mengetengahkan analisa yang jujur atas
kepribadian Yahudi yang menakjubkan dalam peperangan. Orang-orang Yahudi adalah orang-
orang yang menyukai peperangan. Namun mereka bukanlah bangsa pahlawan, pemberani
ataupun kesatria. Dalam sejarah, mereka dikenal sebagai bangsa yang pengecut. Dengan
ungkapan yang indah, ayat di atas menjelaskan bagaimana mereka terlibat dalam sebuah
peperangan: menyulut api konflik. Mereka mengobarkan peperangan antara dua pihak,
sedangkan mereka lari dari peperangan tersebut. Yang menyulut perang bukan pihak yang
berperang. Yang menyulut api bukanlah orang yang dibakar. Mereka menyulut api untuk orang
lain, agar orang lain menjadi arang. Mereka menyulut api untuk orang lain, agar terbakar dan
mereka menyaksikannya. Setiap kali apinya melemah, mereka mengumpulkan kayu bakar dan
menyulutkannya kembali. Demikianlah perilaku orang-orang Yahudi: merencanakan peperangan
bagi orang lain. Kalimat "kullama" (setiap kali) dalam ayat di atas (QS. Al-Ma'idah: 64)
menunjukkan kontinuitas perilaku Yahudi dalam menyulut api konflik dan peperangan di antara
manusia. Sejarah Yahudi dulu dan sekarang adalah bukti kuat kebenaran al-Quran. lO5)

Tentang Bani Israel, Allah berfirman,"Permusuhan antar sesama mereka sangat hebat.
Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah." (QS. Al-Hasyr: 14) Sekali
lagi al-Quran menegaskan permusuhan, kebencian dan pertentangan yang terjadi di antara
kelompok-kelompok masayarakat Yahudi. Pertentangan yang terjadi antar mereka, juga
pertentangan mereka dengan tetangga mereka, adalah watak yang tidak dapat dipisahkan dari
mereka sejak roda sejarah mereka dimulai. Penulis perlu garis bawahi, maksud pertentangan di
sini bukan pertentangan antar mazhab keagamaan ataupun antar aliran politik yang biasa terjadi
di dalam kehidupan berbangsa.

Abb"as al-Aqqad, dalam bukunya "Ash-Shahyuniyah wa Qadhiyah Falesthin" (Zionisme
dan Persoalan Palestina), mengatakan, "Sikap memusuhi yang dimiliki orang Yahudi tersebut
disebabkan oleh kesalahan dalam proses pembentukan bangun sosial mereka. Laju proses
tersebut terhenti secara dini, yang mengakibatkan keterhambatan proses evolusi mereka dari
suku primitif menjadi umat berperadaban. Kendatipun tingginya tingkat kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang dicapai, mereka tidak dapat membebaskan diri mereka dari
hubungan kesukuan di antara mereka, seperti dulu saat hidup nomaden. Sistem kesukuan, dalam
pengertiannya yang sempit, tetap menguasai perkembangan pemikiran sosial mereka. Masalah
keimanan, bagi mereka, adalah masalah darah dan daging, masalah rasial, bukan masalah
hidayah yang dapat dirasakan semua umat manusia." lO6) Atau dengan pengertian lain - yang
kita simpulkan dari ucapan al-Aqqad di atas-agama Yahudi yang telah diselewengkan ini tidak
mampu membentuk masyarakat Yahudi menjadi sebuah umat atau bangsa, sebagaimana umat
atau bangsa lainnya. Komposisi masyarakat Yahudi yang kemudian terbentuk memberi dampak
psikologis buruk dan hubungan yang tidak harmonis di kalangan mereka dan dengan bangsa-
bangsa lainnya.

Selanjutnya al-Aqqad berkata, "Kerancuan inilah yang membuat mereka asing di setiap
lingkungan. Mereka bukanlah suku badui, namun mereka juga bukan bangsa berperadaban."
lO7)


2.Pengecut

Di antara sifat Bani Israel yang kesohor adalah sifat pengecut. Sifat ini sangat kentara
dalam setiap perilaku mereka. Sifat ini telah mengakar di dalam struktur kejiwaan mereka.
Penyebabnya adalah kecintaan mereka yang sangat terhadap gemerlap dunia dan keengganan
mereka untuk mati. Hal ini telah dijelaskan al-Quran. "Dan sungguh kamu akan menemukan
mereka sebagai manusia yang paling rakus kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih rakus
lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun,
padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkan-nya dari siksa. Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 96) Sebagaimana yang digambarkan
ayat tersebut, ambisi terbesar Yahudi adalah hidup di dunia ini selama mungkin. Ketergantungan
seseorang dengan kehidupan duniawi dan kecintaannya untuk tetap hidup, akan melahirkan sifat
pengecut dan hina. Karena manusia, ketika lebih mencintai kehidupannya, ia tidak akan berani
mempertahankan kehormatannya. Ia akan lebih mengedepankan kehinaan dari pada kematian.
Demi kelangsungan hidupnya, ia rela dicemooh orang. Sejak dahulu, orang-orang Yahudi
terkenal dengan sifat ini. Mereka tidak berani berhadapan dengan musuh-musuh mereka di
medan pertempuran. Mereka cenderung berlindung di benteng-benteng mereka. Ini adalah cara
berperang mereka yang diceritakan al-Quran, "Mereka tiada akan memerangi kalian dalam
keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok."
(QS. Al-Hasyr: 14) Hakikat ini juga dipertegas dengan fakta-fakta sejarah seputar peperangan
mereka dengan kaum mukminin. Mereka tidak berperang kecuali dengan berlindung di balik
koloni-koloni mereka yang berbenteng di Palestina. Jika terdesak, mereka akan lari tunggang-
langgang seperti tikus.

Al-Quran menceritakan kisah mereka bersama Musa a.s., dengan kekerdilan jiwa dan
sifat pengecut mereka, ketika mereka diperintahkan untuk memasuki Tanah Suci. Mereka
menolak untuk memasukinya, meskipun Musa a.s. langsung memimpin mereka. Mereka
menampakkan rasa takut mereka terhadap kematian dan cinta dunia. Mereka tetap menolak
untuk memasuki Tanah Suci. Mereka lebih memilih untuk kembali murtad. "Dan (ingatlah),
ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atas kalian ketika Dia
mengangkat nabi-nabi di antara kalian dan dijadikan-Nya kalian orang-orang merdeka, dan
diberikan-Nya kepada kalian apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di antara
umat-umat yang lain. Hai kaumku, masuklah ke Tanah Suci (Palestina) yang telah ditentukan
Allah bagi kalian, dan janganlah kalian lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka
kalian menjadi orang-orang yang merugi'." (QS. Al-Ma'idah: 20-21) Dari ucapan Musa a.s. di
atas, kita dapat merasakan bahwa Musa a.s. khawatir mereka akan melupakan nilai-nilai dan
ajaran-ajaran Tuhan yang akan mengantarkan mereka menuju tanah perdamaian dan pantai
keselamatan. Kita menemukan kekhawatiran Musa a.s. ini melalui peringatan beliau kepada
mereka agar ingat akan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka. Di antaranya,
nikmat banyaknya nabi dari kalangan mereka yang mengentaskan mereka dari kesesatan dan
melapangkan jalan, nikmat bebas dari perbudakan yang menghinakan derajat mereka, dan
nikmat-nikmat lain yang tidak diberikan kepada bangsa lain di zaman mereka. Dan Musa a.s.
yakin kekhawatirannya akan terjadi, dengan kondisi jiwa mereka yang rusak dan kecintaan
mereka terhadap harta.

Jiwa Bani Israel adalah jiwa yang hina. Rasa takut, lari dari tanggung jawab dan ingkar
janji selalu menghiasi perilaku mereka. Karena itu, dengan ungkapan yang tidak sopan, mereka
berkata kepada Musa a.s., "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang
gagah perkasa, sesungguhnya kami tidak akqn masuk ke dalamnya sebelum mereka keluar. Jika
mereka keluar, pasti kami akan masuk." (QS. Al-Ma'idah: 22)

Bani Israel tetap menolak untuk masuk ke Tanah Suci. Al-Quran mengungkapkannya
dengan menggunakan kata "lan" (tidak akan) (QS. Al-Ma'idah: 22) Huruf tersebut digunakan
untuk negasi masa depan. Artinya, mereka tidak akan pernah masuk Tanah Suci, sampai orang-
orang itu keluar meninggalkan Tanah Suci. Tidak seorang Yahudi pun yang berani melawan
mereka, kecuali beberapa gelintir dari mereka yang diberi nikmat kesalehan, keimanan dan
tawakal. Mereka ini mengingatkan orang-orang Yahudi akan kemenangan dan kemuliaan yang
dijanjikan Tuhan, yang dapat diraih hanya dengan masuk ke dalam gerbang Tanah Suci. Akan
tetapi orang-orang Yahudi tidak mau mendengar peringatan mereka. Mereka tetap menolak
berjihad. "Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah
telah memberi nikmat atas keduanya, 'Serbulah mereka melalui pintu gerbang (kota) itu. Bila
kalian masuk ke dalamnya, niscaya kalian akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya
kalian bertawakal, jika kalian benar-benar orang yang beriman'."(QS. Al-Ma'idah: 23)

"Prinsip dalam ilmu kejiwaan dan ilmu peperangan adalah: bulatkan keberanian kalian,
dan serbu! Ketika kalian sudah masuk ke tengah-tengah kota, mereka akan tersentak kaget dan
merasa ciut. Dengan demikian, kalian akan mendapat kemenangan:" 1O8)

Demikianlah, sikap orang-orang Yahudi yang pengecut dan cinta dunia, ketika mereka
dihadapkan pada tanggung jawab. Mereka melukai hati Musa a.s. dan Harun a.s. dengan kata-
kata tidak sopan. "Mereka berkata, 'Hai Musa, kami tidak akan masuk ke dalamnya selama-
lamanya, selama mereka ada di dalamnya. Karena itu, pergilah kamu bersama Tuhanmu dan
berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja'." (QS. Al-
Ma'idah: 24) Begitulah orangorang Yahudi mengungkapkan kelemahan mereka. Mereka
memilih untuk tidak bertuhan, jika mereka dibebani tugas berperang. "Kami hanya duduk
menanti di sini saja." (QS. AlMa'idah: 24). Kami tidak mau kerajaan, kemuliaan, ataupun tanah
yang dijanjikan, selama syarat pencapainnya adalah berhadapan dengan bangsa barbar tersebut.

Akhirnya Bani Israel meninggalkan Musa dan Harun berdua tanpa pendukung. Maka
Musa pun mengadu kepada Tuhannya akan derita dan kesedihan yang dirasakannya, setelah
perjuangan panjang melelahkan yang ia lakukan. "Berkata Musa, 'Ya Tuhanku, aku tidak
menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan
orang-orang yang fasik itu'." (QS. Al-Ma'idah: 25) Ia berdoa agar dipisahkan dari mereka, karena
mereka telah berpaling. Ia putus asa dan menyebut mereka sebagai orang-orang fasik dan
durhaka. Seolah-olah ia berdiri di persimpangan jalan dan berkata, "Selamat tinggal. Aku pergi
menghadap Tuhanku!"

Lalu Allah mengabulkan doa Nabi-Nya, dan menimpakan kepada orang-orang fasik
tersebut hukuman yang setimpal. "Allah berfirman, '(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri
itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun. (Selama itu) mereka akan berputar-putar
kebingungan di muka bumi. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang
yang fasik itu'" (QS. Al-Ma'idah: 26) Demikianlah akhirnya Bani Israel dihukum dengan
keterlunta-luntaan. Padahal mereka sudah berada di ambang pintu Tanah Suci, yang dengannya
Allah hendak muliakan mereka.. Akan tetapi mereka melakukan tindakan yang berbuah
keburukan, Maka, Allah mengharamkan Tanah Suci bagi mereka, yang sebelumnya Ia
anugerahkan untuk mereka.

Sayid Quthb berkata,

"Menurut pendapat yang paling kuat argumennya, pengharaman Tanah Suci hanya
berlaku bagi generasi tersebut, sampai muncul generasi baru yang lebih baik. Generasi yang
tumbuh dalam buaian padang pasir. Generasi yang tidak dirusak oleh kehinaan, perbudakan dan
kelaliman di Mesir. Kehinaan, perbudakan dan kelaliman hanya akan merusak fitrah individu
dan masyarakat." lO9)

Al-Quran menceritakan juga sikap pengecut Bani Israel ketika menghadapi situasi
genting, dan inkonsistensi mereka ketika dibenturkan dengan kesulitan. "Apakah kamu tidak
memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israel sesudah Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada
seorang nabi mereka, 'Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah
pimpinannya) di jalan Allah'." (QS. Al-Baqarah: 246) Setelah kerajaan mereka hancur, harta
kekayaan mereka dirampas, dan mereka terhina di hadapan musuh-musuh mereka, akidah
mereka mulai bangkit lagi di dalam jiwa mereka. Para pemimpin Bani Israel, yang memiliki
kedudukan dan ilmu yang cukup tinggi, mendatangi nabi mereka, Samuel. Mereka meminta
Samuel untuk memilih seorang raja yang akan memimpin perang melawan musuh-musuh
mereka yang telah merampas kerajaan beserta peninggalan nabi-nabi mereka. Untuk melihat
kesungguhan niat berperang mereka, Samuel bertanya, "Nabi mereka menjawab, 'Jika kalian
nanti diwajibkan berperang, apakah kalian tidak akan berperang?'" (QS. Al-Baqarah: 246) Yakni,
tidakkah kalian akan takut dan lari meninggalkan peperangan? Kata tanya dengan menggunakan
"hal" (apakah) (QS. Al-Baqarah: 246) di sini menunjukkan bahwa perkiraan tersebut sangat
mungkin dan akan terjadi. llO)

Sayid Quthb berkata,

"Bani Israel menjawab pertanyaan yang diajukan nabi mereka ini dengan "tidak".
Semangat mereka begitu tinggi dan mereka berkata, "Apa alasan kami tidak mau berperang di
jalan Allah, sedang kami, dan anak-anak kami, telah diusir dari kampung halaman kami?" (QS.
Al-Baqarah: 246) Akan tetapi semangat mereka itu kemudian memudar di tengah jalan,
sebagaimana yang diceritakan dalam kisah: "Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka,
mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka." (QS. Al-Baqarah: 246) Di
sini nampak watak Bani Israel yang suka ingkar janji dan lari dari tanggung jawab. Orang-orang
Yahudi tersebut urung maju ke medan perang kecuali beberapa orang yang benar-benar
berpegang teguh pada janji mereka. Mereka adalah tentara yang keluar bersama Thalut, yang
diangkat menjadi raja mereka setelah melalui perdebatan yang panjang seputar kepantasannya
menjadi raja dan kemampuannya untuk memimpin." lll)

Tentara yang ikut bersama Thalut ini juga tidak lepas dari ujian. Dan tidak ada yang lulus
kecuali beberapa orang yang berpegang teguh kepada Tuhannya, meneruskan perjalanan
bersama Thalut menghadapi Jalut dan tentaranya. "Maka tatkala Thalut keluar membawa
tentaranya, ia berkata, 'Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan suatu sungai;
barangsiapa yang meminum airnya, maka ia bukan pengikutku. Barangsiapa tidak meminumnya,
kecuali hanya dengan raupan tangan, maka ia adalah pengikutku.' Kemudian mereka
meminumnya, kecuali beberapa orang di antara mereka." (QS. Al-Baqarah: 249) Ketika
berhadapan dengan musuh, pasukan pilihan ini pun merasa gentar. Mereka berkata, "Sekarang
ini kita tidak cukup kuat untuk menghadapi Jalut dan tentaranya."

Kisah ini menunjukkan sifat pengecut mereka yang takut menghadapi musuh dalam
sebuah pertempuran, padahal mereka sendiri yang meminta pertempuran tersebut kepada nabi
mereka. Tidak seorangpun yang mampu bertahan kecuali beberapa gelintir di antara mereka. Dan
pada hakikatnya, hal itu bukan sebuah masalah. Sebab besarnya jumlah pasukan bukan jaminan
untuk menang. Sejarah telah membuktikan hal itu. Perang Badar, misalnya. Kemenangan tidak
diraih kaum kafir Quraisy, meski mereka berjumlah banyak. Allah kemudian menolong Thalut.
Dan Daud berhasil membunuh Jalutuz Pada saat itu, Daud adalah prajurit termuda di dalam
pasukan Thalut. 'Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang
banyak, dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 249)

Dari pemaparan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa Thalut, dengan jiwa
kepemimpinannya yang tinggi, sengaja melakukan beberapa ujian dalam hal akidah, ketulusan
dan kebulatan tekad, untuk menyaring pasukannya. Dengan begitu, ia akan mudah membawa
pasukannya menghadapi musuh.


3. Gemar Berbuat Makar dan Khianat

Jiwa orang-orang Yahudi adalah jiwa yang dipenuhi dengan makar, pengkhianatan dan iri
dengki. Mereka membenci bangsa-bangsa selain mereka. Mereka bercita-cita membersihkan
seluruh penduduk bumi. Karena mereka ingin hidup ini menjadi milik mereka sendiri. Sejarah
tidak mengenal orang yang paling cepat mengingkari janji dan lebih dengki dari pada mereka.

Seluruh dunia telah dipenuhi oleh api kedengkian dan makar mereka. Banyak peristiwa pahit
dunia digerakkan oleh tangan-tangan Yahudi secara rahasia.

Al-Quran merekam kisah konspirasi dan pengkhianatan yang dilakukan anak-anak Yakub
terhadap saudara mereka, Yusuf a.s., karena dengki yang memenuhi jiwa mereka. Allah
berfirman, "(Yaitu) ketika mereka berkata, 'Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya
(Benyamin) lebih dicintai oleh ayah kita (ini) daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu
golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata. Bunuhlah
Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayah kalian
tertumpah kepada kalian saja, dan sesudah itu hendaklah kalian menjadi orang-orang yang baik.'
Seorang di antara mereka berkata, 'Jangan kalian bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar
sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kalian hendak berbuat'." (QS.
Yusuf: 8-10)

Yakub a.s. sebenarnya sudah mengetahui kedengkian terhadap Yusuf yang memenuhi
jiwa anak-anaknya ini. Karena itu ia menasihati Yusuf a.s. agar berhati-hati terhadap mereka. Ia
berpesan, "Hai anakku, jangan engkau ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu. (Jika
mereka tahu,) mereka akan membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya setan itu
adalah musuh yang nyata bagi manusia." (QS. Yusuf: 5) Maka mereka akan berusaha
menghabisimu secara diam-diam yang tidak dapat engkau cegah. 1l3) Dan benar, pengkhianatan
mereka terhadap Yusuf terjadi, sebagaimana yang diperkirakan Yakub a.s. Mereka melakukan
tipu daya dan mengatakan bahwa Yusuf dimakan srigala.

Kita dapat menyimpulkan dari kisah Yusuf dan saudarasaudaranya ini, bahwa struktur
kejiwaan orang-orang Yahudi memang sudah mengandung benih makar dan tipu daya sejak
dahulu, jauh-jauh hari sebelum masa Musa a.s. dan Harun a.s . Cacat jiwa ini nampaknya
menjadi watak mereka yang tidak dapat dirubah. Semangat permusuhan terhadap orang-orang
saleh dan para penyeru tauhid dan kebaikan berakar di dalam jiwa mereka. Penyimpangan-
penyimpangan ini semakin bertambah mengakar di dalam struktur kejiwaan dan moral mereka
dengan berlalunya waktu, di bawah tekanan, kehinaan dan perbudakan, sampai-sampai mereka
berani membunuh para nabi mereka dan memanipulasi Kitab Suci mereka. Pada masa antara
Ibrahim a.s. dan Musa a.s., muncul banyak nabi dan penyeru yang mereka bunuh dan lukai.
Mereka tidak meninggalkan seorang nabipun kecuali menuduh mereka dengan tuduhan-tuduhan
keji. Sejarah mengatakan Bani Israel telah membunuh tujuh puluh nabi dari nabi-nabi mereka.
1l4)

Perhatikanlah firman Allah, "Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani
Israel, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada
mereka dengan membawa apa yang tidak dingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari
rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh." (QS. Al-Ma'idah: 70)

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi
yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat
adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih!" (QS. Ali
Imran: 21)

Kemudian datang masa Musa a.s. yang menemani Bani Israel dalam alur sejarah yang
panjang. Ia menemukan jiwa mereka dipenuh dengan pengkhianatan dan ingkar janji. Ia berhasil
membawa mereka keluar dari Mesir. Ia membebaskan mereka dari kehinaan dan kelemahan,
dengan kekuasaan Allah yang membelah laut untuk mereka dan menenggelamkan Firaun dan
tentaranya. Suatu ketika mereka melewati sebuah kaum yang menye.mbah berhala, mereka
berkata, "Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai
beberapa tuhan (berhala)" (QS. Al-A'raf: 138) Tidak lama setelah kepergian Musa a.s. menemui
Tuhannya, Samiri membuat patung anak sapi dari emas untuk mereka sembah. Di tengah-tengah
padang pasir, Tuhan mengeluarkan mata air untuk mereka, menurunkan manna dan salwa
sebagai makanan mereka. Namun mereka malah meminta sayur mayur, ketimun, bawang putih,
kacang adas dan bawang merah. Dengan demikian, mereka telah menolak makanan yang baik.
Kesabaran Musa a.s. juga diuji dalam kisah sapi betina dan penyembelihannya. Mereka
bermalas-malasan untuk taat dan melaksanakan. "Kemudian mereka, menyembelihnya dan
hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.' (QS. Al-Baqarah: 71) Ia juga diuji ketika
pulang dari pertemuannya dengan Tuhan, dan bersamanya lembaran-lembaran perintah Tuhan.
Mereka menolak untuk taat dan melaksanakan janji mereka terhadap Tuhan. Kemudian di depan
gerbang Tanah Suci, tanah yang dijanjikan, tanah yang karenanya mereka keluar dari tanah
Mesir, mereka menolak memasukinya. ll5)

Demikianlah Bani Israel memperdayai para nabi mereka. Mendustakan dan menjadikan
mereka musuh sepanjang masa. Hal itu disebabkan ajaran para nabi bertolak belakang dengan
kecenderungan dan keinginan mereka. Mereka tidak mau memberikan kepatuhannya kepada
para nabi atau rasul. Dan tidak seorang nabipun yang selamat dari mereka . Bahkan Isa al-Masih
yang datang untuk meringankan beban dan memperbaiki arah perjalanan mereka, juga tidak
diterima dengan baik. Mereka merasa terganggu dengan kehadiran Isa dan risalah kenabiannya.
Maka mereka menyusun sebuah konspirasi untuk membunuhnya. 116) Akan tetapi takdir Allah
menentukan yang lain. Makar mereka tidak berhasil. Allah menyelamatkan Isa dan mereka
membunuh orang yang mirip dengannya. Perhatikan firman Allah, "Orang-orang kafir itu
membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas
tipu daya. (lngatlah), ketika Allah berfirman, 'Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan
engkau kepada akhir ajalmu dan mengangkat engkau kepada-Ku serta membersihkan engkau
dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti engkau di atas orang-
orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kalian kembali, lalu Aku
memutuskan di antara kalian tentang hal-hal yang selalu kalian perselisihkan." (QS. Ali Imran:
5455) "Dan karena ucapan mereka, 'Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, Isa putra
Maryam, utusan Allah.' Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya,
tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya orang-
orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan
tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu,
kecuali mengikuti sangkaan belaka. Mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu
adalah Isa." (QS. An-Nisa': 157)

Negara Islam pun, dari awal kehadirannya hingga dewasa ini, juga tidak luput dari racun
kedengkian dan makar mereka. Sejak kedatangan Rasulullah ke Madinah, mereka telah
menyusun bermacam-macam rencana konspirasi dan makar terhadap kaum muslimin, yang
terkadang memanfaatkan orang-orang musyrik dan terkadang orang-orang munafik, untuk
menghancurkan entitas kaum muslimin. Seperti diketahui, ketika memasuki Madinah, Rasulullah
memperlakukan Bani Israel dengan baik, dan penuh rahmat. Ia menjamin agama, jiwa dan harta
mereka. Bahkan ia mengajak mereka untuk memeluk agama baru ini. Akan tetapi mereka tetap
orang Yahudi yang membalas kebaikan dengan kejahatan, cinta dengan pengkhianatan, janji
dengan pengingkaran. Dan Rasulullah membalas perilaku mereka ini dengan memutuskan
perjanjian mereka, memerangi mereka, mengeluarkan mereka dari Madinah kemudian dari
Jazirah Arab.

Orang-orang Yahudi tahu benar bahwa Muhammad Shallallahu =Alaihi wa Sallam adalah
Nabi Allah yang benar dan bahwa agama ini adalah risalah samawi yang benar untuk sekalian
manusia. Mereka tahu bahwa Nabi akhir zaman ini akan muncul di Arab. Dan yang mereka
harapkan Nabi ini muncul dari kalangan mereka. Akan tetapi ketika Sang Nabi muncul tidak
sesuai dengan harapan, mereka memusuhi dan menolak hidayah. Mereka lebih memilih kafir
daripada iman. Mereka lebih memilih menjadi pengikut setan daripada menjadi tentara
kebenaran . "Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian
kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri,
setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah
mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-
Baqarah,: 109)


4. Tinggi Hati

Congkak, tinggi hati dan rasis adalah sifat tercela yang dimiliki Bani Israel sepanjang
sejarah mereka. Mereka menganggap diri mereka sebagai manusia yang paling mulia yang
berada di puncak. Terhadap bangsa-bangsa lain, mereka memandang dengan penuh angkuh dan
merendahkan. Konsepsi ini diciptakan oleh Taurat - yang diselewengkan - dan ajaran
Talmudyang palsu.

Mereka yakin bahwa Allah mengistimewakan mereka dari bangsa-bangsa lain, baik itu
secara fisik, semangat dan akhir sejarah mereka nanti. Mereka mengklaim bahwa mereka
diciptakan dengan bentuk manusia, karena memang mereka berhak mendapatkannya. Sedangkan
bangsa-bangsa lain, meski diciptakan dalam bentuk manusia, namun ditujukan sebagai pelayan
bagi orang-orang Yahudi. Dalam anggapan orang-orang Yahudi, mereka adalah hewan dalam
bentuk manusia. l17)

Seseorang mungkin'bertanya-tanya, mengapa Allah memuliakan bangsa Yahudi di muka
bumi ini, dengan firman-Nya kepada mereka, "Hai Bani lsrail, ingatlah akan nikmat-Ku yang
telah Aku anugerahkan kepada kalian dan (ingat pula) bahwa Aku telah melebihkan kalian atas
segala umat." (QS. Al-Baqarah: 47)

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Afif Abdul Fatah Thabbarah, pemuliaan Bani Israel
oleh al-Quran ini maksudnya adalah: Mereka bukan lebih mulia dibanding kaum mukminin,
namun mereka lebih mulia dibanding thagut yang ketika itu ada, yaitu Firaun dan para
pengikutnya. Tuhan memuliakan mereka, karena mereka teraniaya, sebagaimana yang
dipaparkan al-Quran, "Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di
bumi (Mesir)." (QS. Al-Qashash: 5) "Dan telah sempurnalah perkataan Tuhan-mu yang baik
(sebagai janji) untuk Bani lsrail disebabkan kesabaran mereka." (QS. Al-A'raf: 137). Pemuliaan
al-Quran terhadap mereka ini bukan karena ras mereka. Sebuah kaum akan dimuliakan Allah
karena perbuatan mereka. Karena itu, setelah menyebutkan pemuliaan, pada paruh lain, ayat
tersebut mengingatkan agar mereka tidak terpedaya dengan kemuliaan yang diberikan kepada
mereka ini. Karena setiap manusia akan diberi ganjaran sesuai dengan perbuatannya. 118) Allah
berfirman, "Dan jagalah diri kalian dari (azab) hari (Kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak
dapat membela orang lain sedikitpun. (Begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan darinya,
dan mereka tidak akan ditolong." (QS. Al-Baqarah: 48)

Dari sini, kita dapat memahami bahwa Bani Israel, pada saat mereka diberi kemuliaan,
merupakan bangsa yang paling baik moralnya dan bangsa yang paling baik ibadahnya dibanding
bangsa-bangsa lain yang menganut paganisme, menyembah patung, bintang, pepohonan dan
manusia. Dengan demikian, kemuliaan tersebut tidak abadi. Kemuliaan tersebut akan tetap
diberikan sepanjang mereka konsiten dan itu tidak berlangsung lama. Karena watak mereka yang
rapuh, mudah menyimpang dan terperosok.

Seandainya benar Bani Israel lebih mulia dibanding seluruh bangsa lainnya, sebagaimana
yang mereka yakini, mengapa Allah berfirman kepada mereka, dengan ungkapan yang sangat
jelas, bahwa Allah akan memberi mereka balasan yang baik atas amal-amal mereka, dan bahwa
mereka, jika berbuat dosa, tidak dapat ditolong oleh seorang pun, tidak dapat dibebaskan dengan
tebusan apapun yang dapat menggantikan segala perbuatan buruk mereka dan menyelamatkan
mereka dari siksa Allah? 119)

Dengan demikian, al-Quran menegaskan bahwa Allah memilih mereka, di masa yang
lampau, untuk mengemban risalah-Nya, sekaligus memuliakan mereka dengan risalah tersebut
atas sekalian manusia pada masa itu. Mereka adalah orang-orang yang berserah diri, di saat
bangsa-bangsa lain, pada masa itu, adalah orang-orang yang kafir. Pemberian kemuliaan ini
bukan karena ras, darah ataupun warna kulit tertentu, melainkan karena tugas, yang sekaligus
menjadi ujian bagi mereka. Karena itulah pemberian kemuliaan ini diikuti dengan kata-kata
usaha dan ujian. 120) "Dan sesungguhnya telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (Kami)
atas bangsa-bangsa. Dan Kami telah memberikan kepada mereka di antara tanda-tanda
kekuasaan (Kami) sesuatu yang di dalamnya terdapat nikmat yang nyata." (QS. Ad-Dukhan: 32-
33) Yang dimaksud dengan al-bald al-mubin adalah bencana, atau ujian dengan kemakmuran
dan kesengsaran, karunia dan bencana, agar Allah tahu apa yang akan mereka perbuat. 121)

Dengan demikian, pemuliaan sebuah bangsa atau umat patokannya adalah ketakwaan dan
keimanan kepada Allah, amar makruf nahi munkar dan akidah tauhid yang konsisten. Tatkala
Bani Israel meninggalkan nilai-nilai dan ajaran-ajaran langit, mereka dinyatakan keluar dari
wilayah kemuliaan dan mendapat laknat. "Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil
melalui lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan
selalu melampaui batas. Mereka tidak saling melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat.
Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu." (QS. Al-Ma'idah: 78-79)

Berkenaan dengan tafsir makna pemuliaan ini, sebagian ulama, berpendapat bahwa
pemuliaan terhadap Bani Israel ini berwujud: banyaknya nabi yang diutus berasal dari kalangan
mereka. Namun penulis meragukan pendapat ini. Karena banyaknya nabi yang diutus pada satu
kaum adalah bukti betapa kafirnya mereka dan betapa cepatnya mereka menyimpang dan
mendustakan ajaran-ajaran para nabi tersebut. Inilah yang dilakukan Bani Israel terhadap nabi-
nabi mereka.

Di dalam al-Quran, secara tegas, Allah juga menepis klaim Bani Israel berkenaan dengan
kemuliaan yang mereka miliki. Allah berfirman, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan,
'Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya.' Katakanlah, 'Mengapa Allah
menyiksa kalian karena dosa-dosa kalian?' (Kalian bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-
kekasihNya), tetapi kalian adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya.
Dia mengampuni orang yang dikehendaki-Nya dan menyiksa orang yang dikehendaki-Nya. Dan
kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan
kepada Allah lah (segala sesuatu) kembali." (QS. Al-Ma'idah: 18) Ini adalah bukti jelas
penolakan atas kemuliaan yang mereka klaim. Al-Quran berkata kepada mereka secara langsung,
"Jika kalian, wahai orang-orang Yahudi, benar-benar lebih mulia daripada manusia lainnya,
seperti yang kalian klaim, mengapa kalian tidak luput dari siksa yang Allah timpakan kepada
kalian karena amal-amal buruk kalian?" Firman Allah di dalam ayat tersebut, "Tetapi kalian
adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakanNya." (QS. Al.Ma'idah: 18) adalah
penolakan tegas atas gagasan ras unggul, bangsa pilihan Tuhan. Karena dosa-dosa kalian, maka
Tuhan menelantarkan kalian. Dan karena perbuatan buruk kalian, maka kalian menjadi contoh
jelek bagi manusia.

Di banyak tempat, al-Quran mengetengahkan penolakan Allah atas klaim mereka sebagai
bangsa yang agung dan berbeda dari bangsa-bangsa lainnya. Di antaranya adalah firman Allah,
"Katakanlah, 'Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kalian mendakwakan bahwa
hanya kalian kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematian, jika
kalian orang-orang yang benar'." (QS. Al-Jumu'ah: 6) "Katakanlah, 'Jika kalian (menganggap
bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untuk kalian di sisi Allah, bukan untuk orang lain,
maka harapkanlah kematian (kalian), jika kalian memang benar'." (QS. Al-Baqarah: 94)

Dengan dua ayat di atas, Allah menelanjangi mereka, menguak kebohongan-kebohongan
yang mereka sembunyikan' di dalam relung jiwa mereka. Ia berfirman, "Jika kalian benar-benar
mencintai Allah dan beriman kepada-Nya, maka berharaplah kematian, agar kalian cepat
bertemu dengan-Nya! Lakukanlah segera, kalau benar kalian adalah hamba Tuhan dan bahwa
surga di akhirat nanti khusus diperuntukkan buat kalian!"

Orang-orang Yahudi merasa diri mereka adalah bangsa yang mulia. Mereka mengaku
sebagai perpanjangan generasi para nabi dari keturunan Ibrahim a.s. dan Ishak a.s. Akan tetapi
al-Quran membantah klaim ini. Al-Quran mensyaratkan bahwa suatu generasi dapat dianggap
sebagai generasi keturunan para nabi jika patuh terhadap ajaran-ajaran para nabi. Oleh karena
itu, Allah berfirman, "Kami limpahkan keberkahan atasnya dan atas Ishak. Dan di antara anak
cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata."
(QS. Ash-Shaffat: 113) Di dalam ayat lain, Allah juga berfirman, menegaskan bahwa keabsahan
garis keturunan suatu generasi dengan para nabi dilihat dari akidah dan ajaran yang mereka ikuti.
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan
keduanya kenabian dan Kitab. Di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di
antara mereka yang fasik." (QS. Al-Hadid: 26) Bahkan umat Islam sendiri-yang merupakan umat
terbaik di muka bumi ini-tidak akan menjadi mulia kecuali disertai dengan syarat konsisten
dalam mengemban tugas dakwah tauhid dan amar makruf nahi munkar. "Kalian adalah umat
yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia; menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari
yang mungkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Ali Imran: 110) Karena itu, umat Islam tidak
akan mencapai derajat kemuliaan kecuali dengan merealisasikan tanggung jawab risalahnya. Jika
umat ini lalai dengan tugasnya dalam dakwah dan ishlah (perbaikan), maka ia akan kehilangan
kemuliaannya. "Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-
orang yang beruntung." (QS. Ali Imran: 104) Karena itu, ketika umat ini meninggalkan
ajaranajaran Nabinya dan hukum-hukum Kitab Sucinya, maka ia kehilangan jati dirinya, lepas
dari kemurniannya, menjadi umat yang terbelakang dan dipermainkan oleh umat-umat lain yang
salah satunya adalah umat Yahudi, umat terburuk di muka bumi ini.

Nabi Muhammad Shallallahu =Alaihi wa Sallam mengatakan kehidupan umat Islam
sebagai berikut, "Akan datang suatu masa di mana umat umat lain akan menghampiri kalian
layaknya orang lapar menghampiri hidangannya." Para sahabat bertanya, "Apakah itu terjadi
karena jumlah kami saat itu sedikit, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Tidak! Waktu itu
kalian berjumlah banyak, akan tetapi kalian seperti buih di atas air. Allah telah mencabut rasa
takut di hati musuh-musuh kalian dan membenamkan di dalam jiwa kalian kelemahan." Mereka
bertanya, "Apa penyebab kelemahan itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Cinta dunia dan
takut mati. " 122)


5. Berlebih dalam Mencintai Harta

Sepanjang sejarah Bani Israel, yang paling menonjol dari mereka adalah semangat
materialismenya. Mereka dikenal sebagai bangsa yang sangat materialistis dibanding bangsa-
bangsa lainnya. Sampai-sampai mereka menganggap harta adalah tujuan utama dalam hidup:
dengan harta kehidupan dunia ini akan menjadi menyenangkan, dan sebaliknya, tanpa harta
hidup akan menjadi sakit. Mereka juga menganggap bahwa harta adalah unsur utama dalam
mewujudkan cita-cita sosial dan politik mereka. Bagi mereka, demi tercapainya tujuan, cara
apapun halal ditempuh, sekalipun hina dan kotor.

Karena itu, tidak mengherankan jika mereka sampai menuhankan harta., mengkultuskan
dinar dan dirham, menyembah emas dan perak. Al-Quran telah merekam sifat buruk mereka ini,
yakni di saat mereka membuat anak sapi dari emas - yang mereka jadikan sesembahan bagi
mereka - yang didorong oleh kecintaan mereka yang sangat terhadap harta, di samping karena
akidah (perilaku) mereka yang menyimpang. "Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa ke
gunung Thur, membuat anak lembu yang bertubuh dan bersuara dari perhiasan (emas) mereka.
Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka
dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai
sembahan) dan mereka adalah orang-orang yang zalim." (QS. Al-A'raf: 148) Alangkah cepatnya
mereka berpaling dari ajaran-ajaran iman dan tauhid, hanya karena mereka ditinggal Musa yang
akan menemuia Tuhannya selama empat puluh hari. Mereka menye_ kutukan Allah dan hampir
saja menibunuh Harun.

Allah menceritakan bahwa mereka selalu menimbun emas dan perak. "Dan orang-orang
yang menyimpan emas dan perak dan tidak mendermakannya di jalan Allah. Beritahukanlah
kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih." (QS. At-Taubah: 34) (Perang
Teluk ini untuk sebongkah emas lho)

Al-Quran menjelaskan bahwa mereka selalu memandang baik harta yang mereka
dapatkan secara tidak halal, "Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita
bohong, banyak memakan yang haram." (QS. Al-Ma'idah: 42) Juga dalam ayat lain, "Dan
engkau akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa,
permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah
kerjakan itu." (QS. Al-Ma'idah: 62)

Karena kezaliman dan tindakan mereka yang menghalang-halangi jalan Allah, memakan
harta riba dan menguasai harta orang lain dengan cara bathil, maka Allah menghukum mereka
dengan cara mengharamkan sebagian apa yang dihalalkan bagi mereka sebelumnya. "Maka
disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan)
yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak
menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal
sesungguhnya mereha telah dilarang dari padanya, dan karena mereka memakan harta dengan
jalan yang batil." (QS. An.Nisa': 160-161)

Kezaliman mereka ini berupa: pertama, menghalang-halangi orang lain masuk ke dalam
agama Allah. Kedua, melakukan praktek riba, padahal telah dilarang. Ketiga, "dan karena
mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil." (QS. An-Nisa': 161), seperti suap,
menipu, mengurangi timbangan dan monopoli. Teks al-Quran yang singkat di atas
menggambarkan betapa semangat materialistime yang eksploitatif memenuhi relung-relung jiwa
mereka. Demi materi, mereka menghalalkan riba. Dan kita semua juga tahu, bahwa pembuat
sistem ekonomi kontemporer, yang berdiri di atas prinsip riba, adalah mereka, orang-orang
Yahudi. 123)

Dengan harta dan kekayaan yang berlimpah, Bani Israel menyombongkan dirinya.
Mereka mengatakan sebuah kebohongan: bahwa Allah miskin. Allah berfirman, "Sesungguhnya
Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya Allah miskin
dan kami kaya'." (QS. Ali Imran: 181) Demikianlah al-Quran membongkar kebohongan-
kebohonga mereka, kesewenang-wenangan mereka, perbuatan mereka memakan harta haram
dan menghalang-halangi jalan Aliah. 124)


6. Keras Hati

Al-Quran mengibaratkan hati Bani Israel bagaikan batu yang keras, bahkan lebih keras
daripada batu gunung. Batu gunung terkadang dapat menyemburatkan mata air dan sungai, yang
dapat memberi minum hewan ternak dan tumbuhan. Bahkan, di antara bebatuan tersebut ada
yang begeser dan jatuh karena takut Allah - disebabkan oleh gempa dan aktivitas vulkanik -
sebagai sebuah kepatuhan dan ketaatan terhadap perintah Allah. Allah berfirman, mensifati hati
orang-orang Yahudi, "Kemudian hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.
Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di
antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya
sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah
dari apa yang kalian kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 74) Kerasnya hati mereka ini disebabkan oleh
keterkungkungan mereka dalam lingkaran kekafiran dan kedurhakaan, cinta harta dan kehidupan
duniawi. Kerasnya hati dan keringnya jiwa mereka dari rasa cinta kasih ini menyebabkan mereka
tega membunuh para nabi, orang-orang saleh dan juru dakwah mereka.

Thabbarah berpendapat:

"Yang dimaksud dengan hati di sini adalah apa yang selama ini menjadi simbol dari hati
itu sendiri, yakni intuisi dan akal. Hati Bani Israel yang keras ini, telah kehilangan
sensitifitasnya. Hukum, anjuran dan pelajaran tidak lagi dapat meresap ke dalam hati mereka.
Karena itu mereka terjatuh dari semangat kemanusiaan yang luhur ke dalam jurang materi yang
rendah, bahkan lebih." 125)

PENYIMPANGAN AJARAN TAUHID DI DALAM AGAMA YAHUDI (8)

PERBEDAAN ALLAH DI ISLAM DENGAN ALLAH DI
KRISTEN DAN YAHUDI

Seiring berkembangnya zaman, di Indonesia semakin sering kita temui adanya klaim-klaim Allah
Islam sama dengan Allah Yahudi. Terutama dari situs terpercaya Wikipedia. Padahal kata Allah sebagai
ganti kata Tuhan/ Gods dalam ajaran Kristen hanya dikenal di Indonesia. Sedang di luar negeri tidak
mengenal Allah sebagai kata ganti Tuhan.

Padahal jika ditilik dari sejarah, nama Allah baru dipakai di Arab pada zaman Muhammad.
Sedangkan pra-Muhammad, penduduk arab sering memakai nama ilah dan rab terhadap manusia yang
mereka anggap tuhan, misal YHWH atau Yahweh alias Dewa Bulan, Yashoa atau Dewa Langit, dll.
Manusia yang dianggap tuhan ini berasal dari Mesir kuno, yang dikenalkan oleh orang-orang Mesir pada
Arab. Kemudian penduduk Arab menjadikan tuhan mereka dalam bentuk patung yang diletakkan
disekitar Ka'bah dan Masjidil Haram, bangunan Nabi Ibrahim. Namun semenjak Muhammad diutus,
beliau pun menyebarkan agama Ibrahim yaitu Islam serta memberantas berhala dan penyembahan
terhadap manusia atau lainnya.

Arti Ilah dan Rab sendiri adalah "Tuhan", sedangkan nama Allah adalah sebuah nama khusus
tuhan Islam, yang tidak dapat diartikan pula diterjemahkan. Allah sendiri memberinya nama Allah, agar
berbeda dengan sebutan Ilah kaum kafir yang memiliki arti Tuhan. Sekali lagi, nama Allah sama sekali
tidak boleh diartikan ataupun diterjemahkan. Allah adalah nama khusus tuhan Islam!!


Allah Islam Vs. Elohim Yahudi

Meski keduanya berasal dari Ibrahim, akan tetapi Allah dalam Islam tersangkut jauh dengan Ilah
(Aramik: Elohim) Yahudi. Selain itu Allah tidak dapat diartikan pula diterjemahkan, antara Allah dan
tuhan Yahudi memiliki perbedaan.


Allah Islam dan Elohim (Tuhan) Yahudi

Allah Islam merupakan zat yang tidak menyerupai makhlukNya. Allah tidak membutuhkan
tempat. Allah Maha Satu, tidak bersekutu juga berbilang.

Sedang Elohim Yahudi ataupun Allah kaum kafir memiliki arti "Tuhan". Tuhan kafir berupa
manusia atau jenis lainnya yang dianggap sebagai tuhan. Misal kaum Yahudi menganggap Ezra, Fir'aun,
Sapi Betina, Matahari, Yahweh/ Dewa Bulan ataupun Al-Masih Dajjal sebagai Allah (Tuhan). Begitupun
kaum Kristen menganggap seorang manusia bernama Al-masih Isa sebagai Allah (Tuhan).


Allah (Tuhan) Kristen

Kristen percaya bahwa Allah (Tuhan) mereka terdiri dari tiga anggota namun dalam satu
rangkaian. Tuhan Kristen terdiri dari tiga Allah/Tuhan yaitu:

1. Allah (Tuhan) Bapa, yaitu: Tuhan Yahweh atau Allah Yahweh
2. Allah (Tuhan) Anak, yaitu: Allah Jesus atau Tuhan Yesus.
3. Allah Roh Kudus




Ketiga anggota Allah tersebut hadir dalam satu rangkaian, atau Trinitas alias "Tiga Serangkai".

Sebenarnya agama Kristen bukan merupakan bagian agama Samawi, karena Kristen tidak dirikan
nabi Isa, tetapi didirikan oleh seorang Yahudi berkebangsaan Yunani. Tak heran jika segala atribut
Kristen berasal dari Yunani bukan Israel. Misal kitab sucinya yang asli berbahasa Yunani, juga kiblat
alias pusatnya berada di Yunani atau Vatikan bukan Israel.

Kata Allah dalam agama Yahudi dan Kristen sebagai ganti dari kata "Tuhan", hanya dikenal di
Arab, Turki dan Melayu saja. Sedangkan di negeri seberang, kata Allah sebagai ganti Tuhan tidaj dikenal.
Justru mereka menggunakan kata Elohim YHWH di Israel, Rab di timur tengah, Lord di Yunani, ataupun
kata Tuhan lainnya menurut bahasa masing-masing. Misal di barat; Tuhan Bapa dikenal "Father of God"
dan Tuhan Anak dikenal "Son of God", bukan Allah (Tuhan) Bapa atau Anak.

Kata Allah Islam tidak memiliki arti, sedang kata Allah kafir adalah kata lain dari kata Tuhan
alias dapat diartikan entah Tuhan, Gods, Lord, ilah, Rab maupun kata-kata Tuhan lainnya.

Kata Allah dalam Kristen tidak dikenal di Barat dan Israel. Di barat saja menyebut "Father of
God" untuk Tuhan (Allah) Bapa alias Tuhan Yahweh dan "Son of God" untuk Tuhan (Allah) Anak alias
Allah Yesus. Memang pusing rasanya menyebut kata Allah jika sudah tercampur oleh kaum kafir yang
berambisi menghancurkan Islam. Tapi intinya kata Allah kafir hanya sebagai ganti kata Tuhan. Seperti
Allah Yahweh dan Allah Yesus yang artinya Tuhan Yahweh maupun Tuhan Yesus.

PENYIMPANGAN AJARAN TAUHID DI DALAM AGAMA YAHUDI (7)

DOSA BANI ISRAEL MEMBUNUH DAN MENYIKSA
PARA RASUL

 Apabila bani Israil diselamatkan Allah swt oleh penghambaan Firaun pada zaman Nabi
Musa as dan Allah swt mengazab Firaun serta tentera-tenteranya dengan menenggelamkan
mereka ke dalam Laut Merah, Bani Israil kemudiannya merayau-rayau di Lembah Sinai buat
beberapa lama tanpa arah tujuan. Ia adalah hukuman Allah swt terhadap kedegilan Bani Israil
yang enggan meneruskan perjalanan ke tanah Kanaan dek takut untuk berhadapan dengan kaum-
kaum yang gagah di sana. Menurut riwayat, Bani Israil tetap merayau-rayau di gurun dan lembah
Sinai sehingga kesemuanya generasi yang keluar daripada Mesir bersama-sama Nabi Musa as
meninggal dunia.

Walaubagaimanapun, Allah swt tetap memberi rezeki kepada mereka. Gurun dan lembah
Sinai itu menjadi bukti turunnya rezeki Allah swt daripada syurga yang dikenali Manna dan
Salwa. Manna adalah makanan manis seumpama madu dan ia berwarna putih, manakala Salwa
adalah sejenis burung putih yang seakan-akan burung puyuh. Menurut lbnu Mundzir dan Ibnu
Abi Hatim bersumberkan Ibnu Abbas, beliau berkata bahwa Manna adalah suatu makanan
manis, berwarna putih yang mereka akan dapati tiap-tiap pagi telah melekat pada batu-batu dan
daun-daun kayu. Rasanya manis dan enak; semanis madu. Apabila makanan itu mereka makan,
mereka kenyang. Mereka boleh membawa keranjang setiap pagi untuk memungutinya.

Adapun Salwa ialah burung putih sebesar burung puyuh. Terbang berbondong-bondong
dan mudah mereka tangkap. Dagingnya gurih dan empuk. Nikmat Allah swt melalui Salwa ini
menyebabkan mereka tidak pernah kekurangan daging.

Bukan itu sahaja, selain nikmat Manna dan Salwa, Allah swt turut menaungi mereka
dengan awan supaya mereka tidak berasa bergitu panas di tengah-tengah gurun. Nikmat-nikmat
yang bukan tandingan ini diceritakan Allah swt dalam surah al-Baqarah ayat 57

Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu „manna. dan
„salwa.. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan
tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka
sendiri.

 Nikmat yang diberikan kepada mereka rupa-rupanya mereka ingkari dan dustakan.
Bahkan mereka tidak pernah merasa bersyukur. Allah menceritakan bagaimana Bani Israil mula
mengeluh dengan nikmat Manna dan Salwa sehingga sanggup meminta yang bukan-bukan
kepada Nabi Allah Musa as. Ia diterangkan oleh Allah swt dalam surah al-Baqarah ayat 61,

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak boleh sabar (tahan) dengan
satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia
mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, iaitu sayur-mayurnya, mentimunnya,
bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Mahukah kamu
mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti
kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan
kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu
mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan.
Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.


Degil Bani Israil

Seakan mengikut sikap buruk nenek-moyang mereka yang sering dustakan nikmat Allah
swt, generasi-generasi Bani Israil sesudah zaman Nabi Allah Musa as turut berperangai
sedemikian. Sejarah Bani Israil sering diwarnai dengan kisah penganiayaan mereka terhadap
Rasul dan Nabi yang diturunkan terhadap mereka. Ramai yang dibunuh malahan ada yang
diseksa dengan kejam. Sikap jelik mereka sebenarnya tidak asing kerana pada zaman kini pun
kita dapat lihat bagaimana mereka melayan warga Palestin sehingga ramai yang terbunuh.
Perangai mereka yang suka berbohong, khianat dan kejam sebenarnya adalah warisan nenek-
moyang mereka sejak zaman-berzaman.


Kisah penganiayaan Bani Israil terhadap para Rasul dan Nabi

Selepas Nabi Sulaiman wafat, kerajaan Bani Israil terbahagi kepada dua
iaitu Kerajaan Judah dan Kerajaan Israil. Kedua-dua kerajaan ini biarpun serumpun,
namun tetap berperang dan sering mengkhianati antara satu sama lain. Raja kerajaan
Judah, Raja Asa merasakan mereka perlu meminta bantuan daripada Raja Syria bagi
membantunya menghapuskan kerajaan Israil. Seorang Rasul yang diutuskan Allah swt di
tengah-tengah kekalutan dua kerajaan Bani Israil iaitu Nabi Hanani as telah menasihat
Raja Asa supaya tidak bersubahat dengan Raja Syria yang kafir dan tidak mempercayai
keesaan Allah swt. Perbuatan Nabi Hanani as rupa-rupa mengundang kemarahan sang
raja toghut ini. Nabi Hanani as telah dihumban ke penjara dan menderita kerananya.
.
Apabila Nabi Ilyas as menegur Bani Israil supaya tidak menyembah
berhala Baal, dan menyeru mereka supaya hanya memperhambakan diri kepada Allah
swt dan menyembah-Nya semata-mata, Bani Israil mula menjadi musuh ketatnya. Raja
Ahab dari Samaria mula mengugut untuk membunuh Nabi Ilyas as kerana terpengaruh
dengan isterinya, Jezebel yang menyembah berhala Baal. Kerana takut, baginda
melarikan diri ke kawasan pergunungan di Semenanjung Sinai. Semasa dalam kesusahan
dan ketakutan itu, Nabi Ilyas as berdoa,


“Aku sangat mencintai tuhan malaikat Jehovah, kerana Bani Israil telah meninggalkan
wadah-Mu, meruntuhkan tempat pemujaan-Mu, meruntuhkan tempat pemujaan-Mu, dan
membunuh para Nabi-Mu, dan aku, walaupun tinggal aku seorang sahaja yang tinggal, mereka
tetap memburuku untuk mengakhiri hayatku.”(1 Kings 19:1-10)

Raja Ahab memenjarakan seorang lagi Rasul iaitu Nabi Makayah as
kerana mengatakan sesuatu yang benar. Baginda memberitahu Raja Ahab bahawa
baginda akan dijamin kemenangan dalam satu peperangan namun akan meninggal dunia
dunia dalam peperangan tersebut. Namun, Nabi Makayah as terpaksa menelan pahit
apabila raja zalim daripada Kerajaan Israil ini memenjara baginda dan membiarkannya
terseksa dalam penjara. Kezaliman Raja Ahab akhirnya dibalas Allah swt apabila beliau
terbunuh dalam peperangan sepertimana yang diramal oleh Nabi Makayah as. Menurut
riwayat, mayat Raja Ahab dihina Allah swt apabila darahnya dijilat oleh anjing. Namun
ada riwayat menyatakan darahnya dijilat oleh seekor babi.
Pada zaman Raja Uziah sekitar pertengahan abad ke-8 sebelum masihi,
Kerajaan Judah berada dalam keadaan aman damai. Ini bertitik tolak akibat lemahnya
musuh ketat Kerajaan Judah iaitu Kerajaan Aram dan Assyria. Akan tetapi, situasi seperti
itu tidak bermakna Bani Israil tidak memerlukan seorang Rasul. Maka, dibangkitkan
seorang Rasul bernama Nabi Isaiah as. Nabi Isaiah as memperingatkan tentang peri-
pentingnya mengingati Allah swt dan mengelakkan daripada bersubahat dengan musuh
yang kafir. Sekitar 687 sebelum masihi, Kerajaan Judah diperintah oleh seorang raja yang
zalim dan kafir. Raja tersebut adalah Manasseh. Ketika itu, Nabi Isaiah as masih lagi
hidup. Baginda telah menasihat dan menyeru Raja Manasseh supaya kembali kepada
ajaran tauhid sepertimana yang telah dilakukan oleh bapanya, Hezekiah.
Walaubagaimanapun, seruan tersebut telah menyebabkan Nabi Isaiah as terbunuh. Jasad
Nabi Isaiah as dipercayai telah digergaji dua.

Apabila negeri Samaria dihancurkan oleh bangsa Assyria, bani Israil
masih bergelumang dengan dosa syirik mereka. Pada ketika itu, Bani Israil menjadikan
berhala Baal sebagai tuhan mereka sehingga mereka lupa setiap ajaran Nabi Musa as.
Maka, Allah swt utuskan seorang Rasul yang bernama Nabi Jeremiyyah as untuk
memandu mereka ke jalan yang lurus. Nabi Jeremiyyah as turut membawa ramalan
tentang kebinasaan Bani Israil yang dijajah oleh bangsa luar dan ditimpa kebuluran yang
dasyhat. Kesemua bala ini ditimpa Allah swt dek kerana mereka telah lupa akan perintah

Allah swt. Walaubagaimanapun, peranan Nabi Jeremiyyah as sebagai Rasul dan Nabi
Allah swt telah menyebabkan baginda dipukul, disumpah dan dipenjarakan. Baginda
telah meringkuk dalam penjara bawah tanah. Kemudian baginda dipenjarakan pula ke
dalam tangki bawah tanah(cistern) dimana baginda dibiarkan tenggelam di dalam
lumpur. Namun, baginda diselamatkan oleh seseorang berbangsa Cushite daripada terus
tenggelam ke dalam lumpur. Baginda tetap dipenjarakan sehingga Nabuchadnezzar
membebaskannya dan dilayan dengan baik. Akibat sering diseksa, dihina dan dipenjara,
Nabi Jeremiyyah as dikenali „Nabi yang merantap.. Ramalan Nabi Jeremiyyah as yang
didustakan Bani Israil telah menjadi kenyataan apabila Kerajaan Judah musnah dibinasa
oleh Kerajaan Babylon yang ketika itu berada di bawah kekuasaan Nabuchadnezzar.

Apabila penduduk Judah mula menyembah berhala secara terang-
terangan, bangkit seorang nabi di kalangan mereka. Beliau adalah Nabi Zakaria as. Nabi
Zakaria as terpaksa meninggikan suara bagi menentang perbuatan mungkar mereka dan
menyeru mereka kembali kepada ajaran Musa as. Diriwayatkan, Nabi Zakaria as telah
melaungkan kata-kata amaran,

“Tuhanmu berfirman, mengapa kamu melanggar perintah Tuhammu yang menyebabkan
kamu tidak beruntung? Oleh sebab kamu telah meninggalkan Tuhanmu maka Dia juga telah
meninggalkan kamu.”

 Kata-kata dan amaran keras Nabi Zakaria as langsung tidak didengar oleh bani Israil
bahkan mereka merancang untuk membunuh Nabi Zakaria as. Nabi Zakaria as akhirnya
meninggal dunia selepas badannya digergaji sehingga terpisah tubuh dan kakinya.


Nasib Nabi Zakaria as turut berlaku kepada anak kandungnya, Nabi
Yahya as. Nabi Yahya as menentang keras perbuatan Raja Herod yang mahu
mengahwini anak tirinya sendiri, Herodias. Ada riwayat menyatakan Herodias adalah
adik kepada Raja Herod. Atas permintaan Herodias, kepala Nabi Yahya as telah
dipenggal dalam penjara dan dibawa dengan menggunakan pinggan untuk
mempersembahkan kepada Herodias. Dipercayai kepala Nabi Yahya dimakamkan di
sebuah kawasan di dalam Masjid Damsyik, Syria.

Selain daripada Rasul-Rasul yang disebutkan di atas, terdapat beberapa lagi nama Rasul
yang diseksa dan dibunuh oleh Bani Israil laknatullah. Antaranya adalah Nabi Micah as yang
dibunuh oleh Raja Jehoram. Raja Jehoram adalah anak kepada Raja Ahab yang telah menyeksa
Nabi Ilyas as dan Nabi Makayah as. Selain daripada itu, Nabi Amos as turut diseksa oleh
seorang seorang paderi pagan berpengaruh, Amaziah.

Bergitulah cara Bani Israil melayan Rasul-Rasul yang telah diutuskan di kalangan
mereka. Ada yang diseksa dan ada pula yang terbunuh. Nabi Isa as turut hampir terbunuh di
tiang salib, namun Allah swt menukarkan wajah seseorang yang mirip wajah baginda.

Disebabkan keangkuhan dan kesalahan mereka membunuh dan menyeksa para Rasul,
Allah swt telah menghukum mereka. Ia telah dikhabar oleh Allah swt dalam surah Ali Imran ayat
112.

Mereka turut dilaknat Allah swt dalam al-Quran. Ia menunjukkan Bani Israil telah
dimurkai Allah swt yang mana pada mulanya dimuliakan Allah swt. Bani Israil sebenarnya
menerima penghinaan yang paling dashyat apabila tanggungjawab kekhalifahan jatuh kepada
bangsa saudara mereka, Bani Ismail. Rasul terakhir yang dianggap paling agung daripada
kesemua Rasul telah bangkit daripada bangsa ini. Rasul yang dikenali sebagai Nabi Muhammad
saw adalah Rasul yang kerap diramalkan oleh Nabi dan Rasul daripada keturunan Bani Israil
sendiri.

PENYIMPANGAN AJARAN TAUHID DI DALAM AGAMA YAHUDI (6)

PARA NABI BANI ISRAIL SETELAH NABI MUSA

Tak seorang pun yang dapat keluar dari keadaan tersesat dari orang-orang yang bersama
Musa kecuali dua orang, yaitu kedua laki-laki yang memberitahu masyarakat Bani Israil untuk
memasuki desa yang dihuni oleh orang-orang yang jahat. Para mufasir berkata bahwa salah
seorang di antara mereka berdua adalah Yusya' bin Nun. Ia adalah seorang pemuda yang ikut
bersama Musa dalam kisah perjalanan Musa bersama Khidir. Dan sekarang ia menjadi Nabi yang
diutus untuk Bani Israil. Ia juga seorang pemimpin pasukan yang menuju ke bumi yang Allah
SWT memerintahkan mereka untuk memasukinya. Allah SWT telah memerintah Musa untuk
mempersiapkan Bani Israil dan menjadikan mereka para pemimpin, sebagaimana firman-Nya:

"Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami
angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin dan Allah berfirman: 'Sesungguhnya Aku
beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan salat dan menunaikan zakat serta beriman
kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman
yang baik, sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan
Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa
yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus." (QS.
al-Maidah: 12)

Demikianlah kita melihat perjanjian yang bersyarat di mana Allah SWT meletakkan janji
atas mereka, yaitu agar mereka berperang dan tidak lari dari medan peperangan, dan hendaklah
mereka mendirikan salat dan mengeluarkan zakat serta beriman kepada para rasul dimulai dari
Nabi Musa yang diturunkan kepadanya kitab Taurat dan diakhiri oleh Nabi Muhammad saw
yang Allah SWT telah menyampaikan berita gembira tentang kedatangannya di dalam Taurat
ketika Taurat masih otentik, yang belum disentuh oleh penyimpangan dan kebohongan.

Yusya' bin Nun keluar dan selamat dari keadaan tersesat yang dialami oleh Bani Israil.
Lalu beliau menuju ke tanah suci. Beliau berjalan bersama mereka sehingga melewati sungai
Jordan dan sampai ke Ariha, yaitu tempat atau kota yang paling kuat pagarnya dan istana yang
paling tinggi dan paling padat penduduknya. Beliau mengepungnya selama enam bulan.
Kemudian pada suatu hari mereka mengelilinginya dan menyembunyikan terompet. Tiba-tiba,
pagar kota itu menjadi rusak dan roboh. Kita lihat bahwa senjata yang pertama kali mereka
gunakan dalam peperangan mereka sangat mengagumkan. Para penyerang menggunakan
kekuatan suara untuk pertama kalinya sebagai senjata. Desakan yang keras dari terompet-
terompet itu menjadi penyebab hancurnya atau rusaknya pagar-pagar kota. Kami tidak
mengetahui, apakah Allah SWT mewahyukan kepada Yusya' bin Nun untuk melakukan tindakan
ini, atau ini inisiatif pribadinya sebagai pemimpin pasukan, atau hal itu terjadi secara kebetulan.
Mereka tetap menyembunyikan terompet-terompet tanduk selama enam bulan, yaitu masa
pengepungan sehingga mereka dikagetkan dengan jatuhnya pagar-pagar kota.

Terdapat cerita bohong yang berkaitan dengan hal itu yang menyebutkan bahwa matahari
sempat berhenti berputar sampai Yusya' bin Nun telah berhasil menaklukkan tanah suci. Cerita
dongeng itu direkayasa oleh orang-orang Yahudi. Matahari dan bulan merupakan tanda-tanda
kebesaran Allah SWT dan keduanya tidak akan berhenti karena kematian seseorang atau karena
kehidupannya. Meskipun terdapat kejadian luar biasa dan mukjizat yang mengagumkan di
tengah-tengah Bani Israil namun semua itu tidak bertentangan dengan hukum alam dan
sistemnya.

Kemudian Allah SWT mengeluarkan perintah-Nya kepada Bani Israil untuk memasuki
kota dalam keadaan sujud. Yakni, hendaklah mereka rukuk dan menundukkan kepala mereka
sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas segala karunia yang diberikan-Nya kepada
mereka, yang berupa penaklukan kota itu. Ketika mereka memasuki kota itu, mereka
diperintahkan untuk mengatakan:

"Bebaskanlah kami dari dosa kami." (QS. al-A'raf: 161)

Yakni, hilangkanlah kesalahan kami yang dahulu dan jauhkanlah kami dari apa yang
diperbuat oleh para orang tua kami. Tetapi, Bani Israil menentang dan tidak melaksanakan apa
yang diperintahkan kepada mereka, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan. Mereka
memasuki pintu dalam keadaan congkak dan sombong dan mereka mengganti ucapan yang tidak
selayaknya mereka ucapkan. Oleh karena itu, mereka terkena siksa Allah SWT atas kelaliman
yang mereka perbuat. Kejahatan yang dilakukan orang tua adalah kehinaan, sedangkan kejahatan
anak-anak adalah sikap sombong dan mendustakan kebenaran. Allah SWT berfirman:

"Dan (ingatlah) ketika dikatakan kepada mereka (Bani Iasrail): 'Diamlah di negeri ini
saja (Baitul Maqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki.' Dan
katakanlah: 'Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil
membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu.' Kelak akan Kami tambah
(pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik. Maha orang-orangyang lalim di antara
mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka,
sehingga Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kelaliman mereka." (QS.
al-A'raf: 161-162)

Ini bukanlah kejahatan pertama kali yang dilakukan oleh Bani Israil dan juga bukan
kejahatan yang terakhir kali. Mereka telah menyiksa rasul-rasul mereka yang cukup banyak
setelah Nabi Musa. Taurat yang ada di tangan mereka berubah menjadi kertas-kertas yang
mereka tampakkan sebagiannya dan mereka sembunyikan sebagian yang lain, bahkan mereka
pun berani mempermainkan akidah. Al-Qur'an mencatat semua ini dalam surah al-An'am:

"Dan mereka tidak menghormati Allah dengan pmghormatan yang semestinya dikala
mereka berkata: 'Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.' Katakanlah: 'Siapakah
yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi
manusia, kamu menjadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai berai, kamu
perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan
kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?' Katakanlah: 'Allah-
lah (yang menurunkannya),' kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al-Qur'an kepada mereka,
biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.'" (QS. al-An'am: 91)

Jika pernyataan tersebut berlaku kepada cucu-cucu Bani Israil yang hidup di jazirah Arab
maka jelas sekali—melalui sejarah Bani Israil sendiri—bahwa Taurat tidak selamat dari usaha
yang menyimpang ini atau usaha yang sia-sia ini di mana Taurat pun disembunyikan
sebagiannya dan ditampakkan sebagian yang lain sesuai dengan tuntutan keadaan mereka dan
kepentingan mereka. Sikap penentangan inilah yang melatarbelakangi datangnya siksaan-siksaan
kepada Bani Israil. Bani Israil kembali melalimi diri mereka sendiri. Mereka mengira bahwa
mereka adalah bangsa pilihan Allah. Mereka menganggap—karena pengaruh dari keyakinan
ini—bahwa mereka berhak untuk jnelakukan apa saja sesuai dengan keinginan mereka, sehingga
banyak sekali kesalahan dan dosa di tengah-tengah. Bahkan kejahatan yang mereka lakukan
terhadap kitab-kitab suci kemudian menjalar kepada nabi mereka di mana mereka membunuh
para nabi.

"Dan mereka membunuh para nabi tanpa alasan yang benar." (QS. an-Nisa': 155)

Akibatnya, Allah SWT menjadikan mereka—setelah diliputi dengan rahmat para nabi—
dikuasai oleh kekerasan para raja yang jahat. Para raja itu menyiksa mereka dan menumpahkan
darah mereka. Allah SWT menjadikan mereka dikuasai oleh musuh-musuh mereka, dan harta-
harta mereka dirampas. Namun bersama mereka masih ada peti perjanjian, yaitu peti yang masih
menyimpan sebagian yang ditinggalkan oleh Musa dan Harun. Dikatakan bahwa peti ini
menyimpan papan-papan Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan tetap terpelihara
dengan berlalunya waktu. Peti ini memiliki berkah yang sangat berpengaruh dalam kehidupan
mereka dan peperangan mereka. Adanya peti di antara mereka pada saat peperangan, menjadikan
mereka merasakan ketenangan dan ketegaran sehingga mereka pun mendapatkan kemenangan.
Dan ketika mereka menganiaya diri mereka sendiri, Taurat dicabut dari hati mereka sehingga
tidak ada lembaran Taurat yang bersama mereka. Lalu peti perjanjian itu hilang. Kemudian
keadaan sulit menimpa Bani Israil karena kesalahan dan dosa mereka serta keras kepalanya
mereka. Lalu berlalulah tahun demi tahun dan kebutuhan akan kehadiran nabi sangat mereka
dambakan. Mereka ingin lepas dari berbagai penderitaan dosa dan kesalahan.

Allah SWT menurunkan banyak sekali Nabi dan Rasul, namun kita sebagai muslim hanya wajib
mengetahui 25 orang Nabi dan Rasul. Nabi yang diturunkan untuk bangsa Yahudi diantaranya, adalah
Nabi Daud as., Nabi Sulaiman as., Nabi Harun as., Nabi Musa as., Nabi zakaria as., Nabi Yahya as, Nabi
Isa as.(Yesus), Nabi Yesaya, Nabi Daniel, Nabi Yeremia, Nabi Yehezkiel, Nabi Uzair, Nabi Amos, Nabi
Hosea, Nabi Mikha, Nabi Hagai, Nabi Habakuk, Nabi Maleakhi, Nabi Nahum, Nabi Obaja, Nabi Yoel,
Nabi Hanani, Nabi Makayah dan Nabi Zefanya . Mereka adalah sebagian kecil Nabi dan Rasul yang
diutus bagi bani Israil atau bangsa Yahudi dan berasal dari bangsa Yahudi (keturunan Nabi Yakub as.)